Kredit Foto: Istimewa
Kehadiran Pindad Maung di IIMS 2026 bukan sekadar pameran kendaraan taktis, tetapi membawa pesan strategis tentang arah perkembangan industri otomotif nasional.
Partisipasi ini menjadi sorotan karena Maung ditampilkan di booth Prestige Image Motorcars yang selama ini identik dengan mobil mewah impor.
Langkah tersebut mencerminkan perubahan narasi bahwa produk otomotif nasional kini layak mendapat panggung yang sama dengan brand global.
Dari sudut pandang industri, pengembangan Maung dinilai sebagai indikator meningkatnya kapasitas rekayasa dan manufaktur otomotif dalam negeri.
Produksi Maung melibatkan rantai pasok lokal yang menunjukkan kemampuan industri nasional membangun kendaraan fungsional berstandar tinggi.
Prestige memandang Maung sebagai refleksi kematangan industri otomotif Indonesia yang semakin kompetitif.
Kehadiran Maung di pameran publik juga membuka ruang edukasi bahwa Indonesia mampu memproduksi kendaraan taktis modern.
Dimensi simbolis ini penting karena selama ini pameran otomotif lebih sering didominasi produk penumpang dan komersial.
Di sisi lain, tampilnya Maung di booth Prestige menjadi contoh kolaborasi unik antara importir kendaraan premium dan produsen lokal.
Pendekatan ini jarang terlihat di pameran sebelumnya yang biasanya memisahkan segmen kendaraan impor dan produk nasional.
Kolaborasi tersebut memberi pesan bahwa industri otomotif tidak harus berjalan sendiri-sendiri.
Sinergi antara pelaku pasar premium dan manufaktur nasional bisa memperluas eksposur produk lokal.
Makna lain dari kehadiran Maung berkaitan dengan kebijakan pemerintah yang mendorong penggunaan produk nasional.
Kendaraan Maung diketahui mulai digunakan sebagai kendaraan operasional di lingkungan pemerintahan.
Langkah tersebut memperlihatkan dukungan institusional terhadap produk otomotif dalam negeri.
Kebijakan ini sekaligus menjadi sinyal bahwa produk lokal dipercaya untuk kebutuhan operasional resmi.
Secara teknis, Pindad Maung MV1 4×4 dibekali mesin bertenaga sekitar 184 HP dengan torsi 420 Nm.
Tenaga tersebut dipadukan dengan transmisi otomatis dan sistem penggerak empat roda.
Kecepatan maksimalnya berada di kisaran 120 km per jam dengan radius jelajah sekitar 600 km.
Kapasitas angkut empat orang membuatnya fleksibel untuk berbagai kebutuhan mobilitas.
Baca Juga: Prestige Image Motorcars Bawa Kendaraan Taktis Pindad Maung MV1 dan MV2 4x4 di IIMS 2026
Dimensinya berada di kisaran panjang 5,2 meter, lebar 2,1 meter, dan tinggi sekitar 2 meter.
Ground clearance tinggi serta suspensi stabil mendukung operasional di medan berat.
Sementara itu, Maung MV2 4×4 memiliki tenaga sekitar 160 HP dan torsi 385 Nm di putaran rendah.
Sistem penggerak 4×4 dan transmisi otomatis tetap menjadi basisnya.
Kecepatan puncaknya serupa di angka 120 km per jam namun radius jelajahnya bisa mencapai sekitar 1.000 km.
Dimensi MV2 sedikit lebih rendah dengan tinggi sekitar 1,86 meter.
Fitur pendukung seperti ban serep dan suspensi medan ekstrem menegaskan karakter taktisnya.
Kedua varian dirancang sebagai kendaraan taktis ringan dengan fokus avoids medan berat.
Terkait harga, Maung tidak dipasarkan sebagai kendaraan ritel massal sehingga banderol resminya tidak diumumkan untuk publik umum.
Produksi Maung selama ini lebih diarahkan untuk kebutuhan institusional dan operasional khusus.
Meski demikian, nilai strategisnya jauh melampaui sekadar angka harga jual.
Kehadiran Maung di IIMS 2026 pada akhirnya menjadi simbol bahwa industri otomotif Indonesia memiliki kapabilitas lebih luas dari sekadar kendaraan penumpang.
Momentum ini memperlihatkan bahwa produk strategis nasional mulai mendapat ruang di panggung otomotif arus utama.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: