- Home
- /
- Government
- /
- Government
Reaktivasi 11 Juta Peserta BPJS, Purbaya Siap Gelontorkan Dana: BPJS Tinggal Minta ke Saya
Kredit Foto: Cita Auliana
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp15 miliar untuk mendukung reaktivasi otomatis 11 juta peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan yang sebelumnya dinonaktifkan.
Purbaya menyebut anggaran tersebut dapat segera dicairkan untuk mendukung masa transisi selama tiga bulan ke depan, sebagaimana telah disampaikan oleh Menteri Kesehatan.
“Nanti kan BPJS tinggal minta ke saya. Itu ada satu anggaran yang masih dibintangi, dia tinggal perbaiki atau datang ke saya. Mungkin minggu ini juga cair. Jadi tidak ada masalah. Tidak terlalu besar, kan,” kata Purbaya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (9/2/2026).
Baca Juga: Peserta BPJS 11 juta dinonaktifkan Purbaya: Saya rugi, Uang Keluar Image Jelek
Ia menjelaskan dana reaktivasi tersebut akan disalurkan melalui Kementerian Kesehatan. Dengan dukungan anggaran tersebut, pemerintah menjamin ketersediaan likuiditas untuk mengaktifkan kembali kepesertaan 11 juta peserta BPJS Kesehatan.
“Lewat kesehatan itu dari kita. Lewat kesehatan jatuhnya. Yang punya duit, kan, saya,” terangnya.
Saat ini, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp56,7 triliun untuk membiayai iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi 96,8 juta peserta PBI. Meski kuota peserta bersifat tetap, Purbaya menegaskan anggaran negara tetap fleksibel guna mengantisipasi lonjakan kebutuhan demi menjaga keberlangsungan layanan kesehatan bagi masyarakat miskin.
“Ya kita atur. Kalau memang ada lonjakan yang signifikan, ya tambah. Ini kan fleksibel semua. Kalau memang diperlukan untuk menjaga BPJS-nya supaya tetap sehat,” tuturnya.
Baca Juga: Purbaya Beberkan Alasan 11 Juta Masyarakat Peserta BPJS Dinonaktifkan
Selain dana reaktivasi jangka pendek tersebut, Purbaya mengungkapkan pemerintah sebenarnya telah menyuntikkan dana sebesar Rp20 triliun ke BPJS Kesehatan. Kendati demikian, pencairan dana tersebut masih menunggu kejelasan program dan proposal resmi dari manajemen BPJS Kesehatan.
Dari total dana tersebut, sekitar Rp10 triliun direncanakan untuk memperkuat permodalan BPJS Kesehatan. Namun hingga kini, Kementerian Keuangan belum menerima penjelasan rinci terkait pemanfaatan dana tersebut.
“Kita sudah suntik Rp20 triliun ke BPJS. Dananya sudah masuk, tinggal cair saja. Tapi program mereka belum jelas mau diapakan. Harus ajukan proposal ke saya. Kalau sudah clear, baru kita keluarkan. Mereka masih bingung. Jadi bukan salah saya,” pungkasnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Cita Auliana
Editor: Annisa Nurfitri