Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
Pemerintah resmi mencairkan Penyertaan Modal Negara (PMN) tahun anggaran 2025 untuk tiga badan usaha milik negara (BUMN), yakni PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Persero, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero, dan PT Industri Kereta Api (INKA) Persero. Dana PMN tersebut telah diteruskan melalui PT Danantara Asset Management (DAM) untuk segera dieksekusi oleh masing-masing BUMN.
Chief Financial Officer (CFO) BPI Danantara, Arif Budiman, menyampaikan seluruh dana PMN yang telah disetujui Komisi XI DPR RI telah diterima pada 2025 dan disalurkan sesuai peruntukannya. Total PMN yang dikucurkan mencapai Rp4,773 triliun.
“PMN sudah kami terima di 2025 dan diteruskan melalui PT DAM, di sini ada Pak Sahala, ke seluruh BUMN sesuai dengan apa yang sudah disetujui oleh Komisi XI, yaitu Rp2,5 triliun untuk Pelni, Rp1,8 triliun untuk PT KAI, dan untuk PT INKA Rp473 miliar,” ujar Arif dalam rapat bersama Komisi XI DPR RI, Senin (9/2/2026).
Baca Juga: Armada Sudah Uzur, Kemenkeu Suntik Rp 2,5 Triliun ke Pelni
Arif menjelaskan pencairan PMN tersebut tidak mengubah kendali negara atas BUMN penerima modal. Struktur kepemilikan saham tetap dipertahankan dengan skema mayoritas dipegang oleh BPI Danantara dan sebagian kecil oleh Badan Pengelola (BP) BUMN.
“Demikian, Pak, dan juga sedikit saja kepemilikan di BUMN sekarang dipertahankan walaupun dengan adanya PMN, dari 99% di BPI nantinya dan 1% oleh BP BUMN untuk setiap BUMN,” kata Arif.
Di sisi lain, Wakil Kepala BP BUMN Tedi Bharata menegaskan pihaknya bersama Danantara akan mengawal ketat penggunaan dana PMN, khususnya pada sektor transportasi yang berkaitan langsung dengan keselamatan dan kenyamanan publik.
Ia menyoroti alokasi PMN kepada PT KAI yang akan digunakan untuk pengadaan trainset KRL guna mengantisipasi peningkatan kebutuhan layanan sekaligus memperkuat aspek keselamatan.
“Tadi kaitannya dengan KAI, tentunya pengadaan trainset ini penting, Pak, untuk KRL karena kita tekankan pada fokus kepada keamanan, safety, dan juga kenyamanan karena kebutuhan ke depan akan semakin besar,” ujar Tedi.
Baca Juga: Investasi Pemerintah ke BUMN Tembus Rp897 Triliun, Ini Rinciannya
Selain sektor perkeretaapian, Tedi juga menekankan pentingnya pemanfaatan galangan kapal nasional dalam program peremajaan armada PT Pelni. Menurutnya, kebijakan tersebut bertujuan memastikan kualitas kapal sekaligus mendorong penguatan industri manufaktur dalam negeri.
“Dan tentunya dalam pelaksanaannya kita ingin kapal-kapal ini yang dibuat oleh Pelni nantinya benar-benar berkualitas tinggi, benar-benar menjawab kebutuhan. Dan tentunya tidak lepas bahwa kita harus bekerja sama dengan galangan kapal nasional untuk membuktikan bahwa galangan kapal nasional kita, khususnya dari BUMN, bisa ikut serta dan naik kelas,” pungkasnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Annisa Nurfitri