Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Thomas Djiwandono Belum Mau Beri Pernyataan Usai Resmi Jadi Deputi Gubernur BI

Thomas Djiwandono Belum Mau Beri Pernyataan Usai Resmi Jadi Deputi Gubernur BI Kredit Foto: Cita Auliana
Warta Ekonomi, Jakarta -

Thomas Djiwandono belum mau memberikan pernyataan usai resmi dilantik sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) di Mahkamah Agung (MA), Jakarta, Senin (9/2/2026).

Usai pelantikan, Thomas langsung meninggalkan lokasi sekitar pukul 15.30 WIB. Keponakan Presiden Prabowo Subianto itu resmi menjabat sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia untuk periode 2026–2031. Thomas menggantikan Juda Agung yang sebelumnya mengundurkan diri dari jabatan Deputi Gubernur BI pada 13 Januari 2025.

Baca Juga: Thomas Resmi Dilantik Jadi Deputi BI, Purbaya Harap Sinergi Fiskal Moneter Lebih Lancar

Pengangkatan Thomas Djiwandono tertuang dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 10/P Tahun 2026 tentang Pengangkatan Deputi Gubernur Bank Indonesia.

Thomas terpilih setelah dinyatakan lolos uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di Komisi XI DPR RI pada 26 Januari 2026. Dalam proses tersebut, ia mengungguli dua kandidat lainnya, yakni Dicky Kartikoyono dan Solikin M. Juhro. Sehari berselang, DPR RI menetapkan Thomas sebagai Deputi Gubernur BI melalui Rapat Paripurna Ke-12 Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025–2026 pada 27 Januari 2026.

Baca Juga: Thomas Djiwandono Resmi Jadi Deputi Gubernur BI Gantikan Juda Agung

Sebelum bergabung dengan bank sentral, Thomas menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan sejak Juli 2024 untuk periode 2024–2026.

Sebelumnya, Thomas juga sempat menanggapi isu terkait hubungan keluarganya dengan Presiden Prabowo Subianto. Dalam sebuah acara temu media di Kantor Kementerian Keuangan, ia meminta agar status tersebut tidak dikaitkan dengan proses pencalonannya sebagai Deputi Gubernur BI.

“Tapi saya minta, jangan semua terlalu connect-connect terus begitu. Seakan-akan ada sesuatu yang gimana-gimana. Saya tahu banyak sumber yang bilangnya ini, ini, itu, dan itu. Ya sudah. Itu saya tidak bisa, istilahnya tidak bisa lawan,” kata Thomas di Jakarta, Rabu (28/1/2026).

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Cita Auliana
Editor: Annisa Nurfitri

Bagikan Artikel: