Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Lonjakan Brutal Pembiayaan Emas BCA Syariah, Tembus Rp520 Miliar Setelah Melejit 238%

Lonjakan Brutal Pembiayaan Emas BCA Syariah, Tembus Rp520 Miliar Setelah Melejit 238% Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Bank BCA Syariah mencatat lonjakan tajam pembiayaan emas sepanjang 2025. Hingga akhir tahun, outstandingpembiayaan emas perseroan menembus Rp520 miliar, melonjak 238,16% secara year on year (yoy) dibandingkan Rp154 miliar pada 2024, sekaligus menjadi kontributor terbesar pertumbuhan portofolio pembiayaan perusahaan.

Direktur BCA Syariah Pranata mengatakan, peningkatan pembiayaan emas terjadi seiring melonjaknya permintaan masyarakat terhadap produk emas. Ia menyebut produktivitas pembiayaan emas meningkat hingga lima kali lipat sepanjang 2025.

“Memang yang paling besar itu adalah dari produk emas, produk emas tadi kita sudah sampaikan produktivitasnya naik 5 kali lipat secara outstanding juga meningkat cukup banyak nih 238% dari Rp154 miliar ke Rp520 miliar,” kata Pranata dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Baca Juga: BCA Syariah Catat Laba Rp212 Miliar Sepanjang 2025

Berdasarkan catatan perseroan, pembiayaan emas BCA Syariah menunjukkan tren kenaikan signifikan dalam tiga tahun terakhir. Pada 2023, outstanding pembiayaan emas masih berada di level Rp51 miliar, sebelum melonjak menjadi Rp154 miliar pada 2024 dan kembali melesat pada 2025.

Pranata menjelaskan, tingginya minat masyarakat terhadap pembiayaan emas dipengaruhi oleh sejumlah faktor, mulai dari kenaikan harga emas hingga sentimen positif yang berkembang di pasar.

“Yang pertama memang emas karena memang demand-nya lagi tinggi-tingginya lalu hype-nya juga lagi dapet banget gitu ya lalu juga harganya lagi naik-naiknya,” tuturnya.

Baca Juga: Bukan Saingan, Ini Kelebihan Investasi Bersamaan ke Emas dan Bitcoin (BTC)

Meski mencatat pertumbuhan agresif, Pranata mengakui pembiayaan emas memiliki potensi risiko pasar yang perlu diantisipasi, terutama apabila terjadi penurunan harga emas secara signifikan yang dapat berdampak pada risiko kredit.

“Kita khawatirkan juga kalau sampai penurunan emasnya itu signifikan. Nah ini memang akhirnya jadi market riskberujung ke credit risk nih takutnya orang-orang yang udah ngambil bisa gak balik lagi,” terangnya.

Untuk mengantisipasi risiko tersebut, BCA Syariah menerapkan sejumlah langkah mitigasi, salah satunya dengan menetapkan uang muka (down payment/DP) sebesar 10% pada pembiayaan emas. Menurut Pranata, kebijakan tersebut bertujuan menjaga kualitas pembiayaan di tengah volatilitas harga emas.

“Nah tapi kita itu kan ada DP 10% gitu. Rasanya kita upayakan. Walaupun alhamdulillah sejauh ini kan belum pernah kejadian penurunan harga emas yang drastis,” ujarnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Cita Auliana
Editor: Annisa Nurfitri

Tag Terkait:

Bagikan Artikel: