Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Kendaraan Beroda 6x6 dari China Sukses Selesaikan Misi Pengujian Ekstrem di Antartika

Kendaraan Beroda 6x6 dari China Sukses Selesaikan Misi Pengujian Ekstrem di Antartika Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kendaraan beroda 6x6 Snow Leopard produksi pabrikan China sukses menyelesaikan lebih dari 10.000 kilometer misi pengujian di Antartika.

Snow Leopard baru-baru ini akhirnya menyelesaikan uji coba lingkungan ekstrem setelah melewati serangkaian uji coba di basis penelitian Stasiun Zhongshan milik China dan di lima daerah tipikal pedalaman Antarktika, di mana kendaraan itu dioperasikan di atas es laut, kerikil, salju lunak, salju keras, dan es padat.

Setelah sekian lama, ekspedisi China di pedalaman Antarktika sebagian besar mengandalkan kendaraan impor beroda rantai, yang memiliki kecepatan lebih lambat, konsumsi bahan bakar lebih tinggi, serta biaya operasi dan pemeliharaan yang lebih mahal, demikian laporan dari CCTV News.

Baca Juga: Filipina Lihat Sinyal China Ingin Redam Sengketa LCS

Seorang anggota tim menceritakan kendaraan Snow Leopard dapat mencapai kecepatan 28 km/jam di atas salju lunak dan 42 km/jam di atas salju keras, sedangkan kendaraan beroda rantai biasa memiliki kecepatan 15 km/jam.

Selain itu, Snow Leopard dapat mempertahankan kecepatan stabil 65 km/jam di atas es padat dan memiliki jarak tempuh maksimum sekitar 700 km dengan tangki bahan bakar penuh.

Untuk mengatasi tantangan-tantangan seperti suhu rendah, tekanan udara rendah, dan medan rumit, tim penelitian dan pengembangan telah mencapai terobosan dalam sejumlah teknologi utama yang berkaitan dengan sistem daya kendaraan dan material ban, tambah Sun.

Tak hanya itu, Snow Leopard juga berhasil menjadi armada pengangkutan darurat di mana kendaraan itu beroperasi terus-menerus selama 12 jam, menempuh perjalanan pulang-pergi sejauh 263 km dalam kondisi bersalju dengan jarak pandang lebih pendek menjadi hanya sekitar tiga meter.

"Kendaraan itu berhasil memastikan pengiriman peralatan penting dengan cepat. Ini merupakan kali pertama transportasi darat dalam ekspedisi Antarktika China mencapai kecepatan setinggi itu dalam kondisi cuaca buruk yang tidak memungkinkan untuk akses udara dan tim ekspedisi Antarktika ke-42 China memulai perjalanannya dari Shanghai pada 1 November 2025," tulis laporan tersebut.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Ferry Hidayat

Tag Terkait:

Bagikan Artikel: