Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

DPR Apresiasi Distribusi Energi Pertamina Saat Tangani Bencana Sumatra

DPR Apresiasi Distribusi Energi Pertamina Saat Tangani Bencana Sumatra Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Komisi VI DPR RI mengapresiasi respons Pertamina dalam penanganan bencana alam di sejumlah wilayah Sumatra, meliputi Sumatra Barat, Aceh, dan Sumatra Utara. Apresiasi tersebut disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR RI bersama Pertamina, Rabu (11/2/2026).

Anggota Komisi VI DPR RI Andre Rosiade menyatakan Pertamina bergerak cepat dalam menjaga pasokan energi dan mendukung penanganan bencana di daerah terdampak.

“Saya ucapkan terima kasih atas gerak cepat Pertamina dalam membantu penanganan bencana di Sumatra Barat, Aceh, dan Sumatra Utara,” kata Andre dalam RDP, Jakarta, Rabu (1/2/2026).

Ia menjelaskan, jajaran Pertamina merespons permintaan pengiriman BBM dan bantuan logistik di tengah keterbatasan akses akibat kerusakan infrastruktur. Andre juga menyebut peran General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut dalam mengoordinasikan distribusi energi ke wilayah terdampak.

Selain itu, Pertamina International Shipping turut berperan dalam mengamankan distribusi BBM melalui jalur laut.

Apresiasi serupa disampaikan anggota Komisi VI DPR RI Mufti Aimah Nurul Anam. Menurutnya, penanganan bencana di Sumatra menghadapi tantangan berat akibat kondisi infrastruktur.

“Tidak sampai satu bulan, kendala BBM sudah dapat diurai,” ujar Mufti.

Ia menilai pengalaman tersebut perlu menjadi dasar evaluasi dan penyempurnaan standar operasional prosedur penyaluran BBM di wilayah bencana.

Sementara itu, anggota Komisi VI DPR RI Darmadi Durianto menilai kecepatan respons Pertamina tidak terlepas dari kepemimpinan Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri yang dinilai cepat dalam pengambilan keputusan.

Dalam RDP tersebut, Pertamina memaparkan dukungan energi yang telah disalurkan selama penanganan bencana, meliputi 3.287 tabung Bright Gas, 405,2 kiloliter Dexlite dan Pertamax, 253 kiloliter Avtur, 15 unit pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), serta 36 unit genset.

Distribusi energi dilakukan melalui jalur darat, udara, dan laut seiring terbatasnya akses transportasi di sejumlah wilayah terdampak.

Selain penanganan bencana, RDP juga membahas rencana penyaluran LPG 3 kilogram melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). Pertamina menyatakan penyaluran tersebut akan tetap dimonitor dan tidak menghilangkan peran agen dalam rantai distribusi LPG bersubsidi.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri

Tag Terkait:

Bagikan Artikel: