Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Jadi Fondasi Pariwisata, Keselamatan Wisata Tanggung Jawab Kolektif

Jadi Fondasi Pariwisata, Keselamatan Wisata Tanggung Jawab Kolektif Kredit Foto: Antara/Muhammad Mada
Warta Ekonomi, Jakarta -

Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Martini Mohamad Paham, mengungkapkan keselamatan wisata merupakan fondasi utama dalam pembangunan pariwisata di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Martini dalam opening remarks Kuliah Umum bertajuk “Keselamatan Wisata” di Politeknik Pariwisata Makassar, Rabu (11/2/2026).

Baca Juga: Pemerintah Siapkan Strategi Industri dan SDM untuk Pertumbuhan Ekonomi

“Keselamatan bukan sekadar pelengkap dalam aktivitas wisata, melainkan prasyarat mutlak untuk mewujudkan destinasi yang tangguh, berdaya saing, dan dipercaya wisatawan,” ucapnya, dikutip dari siaran pers Kemenpar, Jumat (13/2).

Martini menjelaskan keselamatan wisata dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kondisi cuaca dan karakteristik alam, hingga aspek teknis operasional serta faktor manusia atau human error. Namun demikian, standar keselamatan yang kuat hanya dapat terwujud melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan, sehingga menjadi tanggung jawab kolektif.

“Selain civitas akademika, pelaku usaha dan PHRI memegang peranan penting dalam menjaga keselamatan wisata. Tidak kalah penting, kita sendiri sebagai wisatawan dan calon wisatawan juga memiliki tanggung jawab yang sama,” ujar Martini.

Menurutnya, wisatawan masa kini tidak lagi dapat bersikap pasif. Mereka perlu menjadi wisatawan yang bertanggung jawab melalui dua langkah utama, yakni memiliki kesiapan yang matang dalam menjaga keamanan diri sendiri serta memastikan kelayakan perbekalan yang dibawa, dan bersikap disiplin dengan memilih jasa pelayanan pariwisata yang telah memiliki sertifikat, izin resmi, serta lisensi khusus.

Langkah tersebut dinilai sebagai cara paling efektif untuk meminimalkan sekaligus memitigasi risiko kecelakaan, khususnya pada sektor transportasi pariwisata yang kerap menjadi perhatian publik.

Staf Ahli Bidang Manajemen Krisis Kementerian Pariwisata, Fadjar Hutomo, menambahkan bahwa daya tarik alam memang menjadi magnet awal sebuah destinasi, namun keselamatan adalah fondasi yang menentukan keberlanjutan kunjungan wisatawan.

“Mahasiswa Poltekpar adalah arsitek pariwisata masa depan. Kita harus membangun ekosistem pariwisata Indonesia yang tangguh. Destinasi yang paling indah sekalipun dapat ditinggalkan jika tidak mampu memberikan rasa aman,” kata Fadjar.

Ia menekankan rasa aman bukan hanya elemen pendukung, melainkan bagian dari kualitas layanan yang menentukan reputasi destinasi di mata dunia.

Sementara itu, Kepala Subdirektorat Pengerahan Potensi dan Pengendalian Operasi Kecelakaan Transportasi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Jumaril, menegaskan bahwa keselamatan wisata bukan semata tanggung jawab lembaga penanggulangan atau operator layanan, tetapi merupakan tanggung jawab kolektif seluruh pihak, termasuk pengunjung.

“Mahasiswa Poltekpar di bawah naungan Kemenpar yang kelak menjadi pemangku kebijakan harus menjadi role model dalam menanamkan budaya keselamatan sejak dini dan mampu memengaruhi lingkungan sekitarnya untuk berbudaya safety,” ujar Jumaril.

Dalam kesempatan yang sama, President of UID Foundation, Tantowi Yahya, menyampaikan bahwa Kementerian Pariwisata perlu terus berperan sebagai katalisator yang memiliki wibawa dalam menggerakkan seluruh elemen ekosistem pariwisata.

“Kementerian Pariwisata harus menjadi motivator, katalisator, dan penggerak yang mampu menggerakkan mesin pariwisata di daerah agar ekosistemnya tetap terjaga,” ujarnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

Bagikan Artikel: