- Home
- /
- Government
- /
- Government
Surplus Kunjungan Wisman RI Tumbuh 32,49 Persen, Kemenpar Perkuat Penerimaan Devisa Negara
Kredit Foto: Muhammad Farhan Shatry
Neraca perjalanan pariwisata internasional Indonesia menorehkan performa yang sangat gemilang sepanjang tahun ini. Jumlah kedatangan turis asing terpantau mendominasi secara telak dibandingkan pergerakan warga lokal yang pelesiran ke luar negeri.
Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhan, menjelaskan secara akumulatif pada semester I tahun 2026, tingkat kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) lebih tinggi dibandingkan kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) ke luar negeri.
Hal ini dibuktikan berdasarkan laporan Kementerian Pariwisata (Kemenpar), perjalanan wisnus pada bulan Mei 2026 juga terus menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan 8,69% secara year on year. Sedangkan secara akumulatif pada semester I 2026, perjalanan wisnus secara domestik mencapai 523,22 juta perjalanan atau meningkat 2,86% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya
"Pada bulan Mei 2026 jumlah kunjungan wisatawan mancanegara lebih tinggi 0,83 juta dibandingkan jumlah warga Indonesia yang bepergian ke luar negeri, dengan surplus tersebut meningkat 15,48% secara year on year," jelas Widi dalam konferensi pers Badan Komunikasi Pemerintah RI, Rabu (15/7/2026).
Lebih lanjut, Widi mengungkapkan keunggulan volume kunjungan ini menjadi indikator positif bagi perputaran modal di ekosistem perhotelan dan transportasi domestik. Kemenpar mengonfirmasi akumulasi surplus moneter dari sektor ini terus merangkak naik secara impresif dibandingkan tahun lalu.
"Secara akumulatif, Januari hingga Mei 2026 surplus kunjungan wisatawan mancanegara terhadap perjalanan wisatawan nasional ke luar negeri mencapai 2,37 juta kunjungan atau tumbuh sebesar 32,49% dibandingkan periode yang sama tahun 2025," tutur Widi.
Selain itu, Widi memandang, ketimpangan yang ditanggapi secara positif ini menjadi bukti nyata tingginya daya tarik destinasi nusantara bagi pelancong internasional. Perolehan arus kas masuk ini secara langsung memperkuat struktur cadangan devisa dan ketahanan ekonomi makro nasional.
"Capaian ini mencerminkan semakin besarnya kontribusi sektor pariwisata terhadap penerimaan devisa negara," tegas dia.
Sebelumnya, Widi juga mengungkapkan lonjakan kenaikan wisatawan mancanegara (wisman) mencapai 1,38 juta orang. Dia juga menyebutkan lonjakan kunjungan wisman tahun ini pada semester I tahun 2026 menyuntikkan optimisme bagi ekosistem pariwisata tanah air.
Baca Juga: Selangor Targetkan Okupansi Wisatawan Medis Asal Indonesia Naik 5 Persen
Baca Juga: Bukan Andalkan Alam Asri, Begini Strategi Pemprov DKI untuk Dongkrak Ekonomi Pariwisata
"Pada bulan Mei 2026 kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 1,38 juta kunjungan, meningkat 5,83% dibandingkan Mei 2025," jelas Menpar Widi dalam kesempatan yang sama.
Widi melanjutkan, strategi taktis yang diterapkan oleh otoritas pariwisata berfokus pada perluasan jangkauan pasar regional terdekat. Skenario ini terbukti ampuh mengamankan pasokan arus kas asing masuk ke dalam ekosistem pariwisata domestik.
"Pertumbuhan ini didorong oleh strategi Kementerian Pariwisata yang berfokus pada penguatan pasar jarak dekat dan menengah," terang Widi.
Ke depan, Kemenpar akan memformulasikan insentif konektivitas guna mempermudah akses wisman premium. Kebijakan ini ditargetkan mampu mempertahankan keunggulan neraca perdagangan jasa pariwisata hingga akhir tahun.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Muhammad Farhan Shatry
Editor: Dwi Aditya Putra