Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Program Magang Komdigi 2026 Siapkan 302 Peserta untuk Kuasai AI dan Jaga Ruang Digital

Program Magang Komdigi 2026 Siapkan 302 Peserta untuk Kuasai AI dan Jaga Ruang Digital Kredit Foto: Kemkomdigi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Sebanyak 302 peserta Program Magang Nasional di lingkungan Kementerian Komunikasi dan Digital disiapkan oleh Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid. Hal ini merupakan bagian dari percepatan penyiapan talenta digital Indonesia yang mampu menguasai kecerdasan artifisial (AI) dan menjaga keamanan ruang siber nasional.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan bahwa program ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat sumber daya manusia digital guna memenuhi kebutuhan industri serta mendukung transformasi teknologi nasional.

Dalam Town Hall Meeting yang digelar di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Jumat (13/02/2026), Meutya menyampaikan bahwa para peserta magang tidak akan ditempatkan pada tugas-tugas administratif semata. Sebalikukasi, mereka akan dilibatkan secara langsung dalam agenda-agenda strategis kementerian, termasuk dalam kajian awal rancangan peraturan menteri serta penguatan kebijakan digital.

“Ini bukan program seremonial. Anak-anak magang ini harus diberdayakan sesuai kemampuannya masing-masing. Mereka bahkan sudah dilibatkan dalam kerja nyata dan hal-hal strategis seperti mengkaji awal soal Permen, yang menunjukkan kepercayaan kami pada mereka,” ujar Meutya.

Para peserta magang tersebar di sejumlah unit utama, mulai dari Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital, Direktorat Jenderal Teknologi Pemerintah Digital, Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital, Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media, hingga BPSDM, BAKTI, dan LPP RRI.

Lebih lanjut, Meutya mendorong generasi muda, khususnya Gen Z, untuk menguasai kecerdasan buatan secara mendalam. Menurutnya, meskipun Indonesia merupakan negara dengan tingkat adopsi AI yang tinggi, pemanfaatannya harus diarahkan pada hal-hal yang produktif dan bernilai tambah ekonomi.

“Jangan berhenti pada penggunaan AI yang bersifat permukaan saja. Gunakan teknologi AI untuk menambah nilai ekonomi, memperluas pengetahuan, mempercepat pekerjaan, dan meningkatkan produktivitas agar tidak kalah dari anak muda negara lain,” tegasnya.

Di samping penguasaan teknologi, Menteri Meutya juga menekankan pentingnya menjaga ruang digital yang sehat. Menurutnya, di tengah meningkatnya ancaman hoaks, penipuan daring, dan serangan siber, talenta muda harus mampu menjadi bagian dari solusi, bukan sekadar pengguna pasif teknologi.

Baca Juga: Dalam Forum WEF, Meutya Hafid Tegaskan Kecepatan Digital ASEAN Diukur dari Pemerataan Akses

Dalam kesempatan yang sama, Meutya mengingatkan para peserta tentang pentingnya ketangguhan mental. Ia mengutip pemikiran Jonathan Haidt dalam buku The Anxious Generation yang menggambarkan tekanan yang dihadapi generasi muda di era digital.

“Anak-anak muda harus pernah ditegur, pernah gagal, pernah jatuh. Itu bagian dari proses tumbuh. Tidak apa-apa jatuh bangunnya di fase magang di Komdigi ini, itu akan membuat kalian lebih kuat,” pesannya.

Menurut Meutya, masa magang merupakan ruang terbaik bagi generasi muda untuk membangun kapasitas, karakter, dan keberanian. Ia berharap, 302 peserta ini dapat tumbuh menjadi talenta digital yang tidak hanya menguasai AI, tetapi juga tangguh secara mental serta aktif dalam menjaga ruang digital Indonesia.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Amry Nur Hidayat

Bagikan Artikel: