BRIN Himbau Masyarakat untuk Tidak Mandi: Waspada Efek Insiden Sungai Cisadane
Kredit Foto: Istimewa
Ia menyebut sejumlah jenis pestisida, terutama yang bersifat neurotoksik, dapat menimbulkan gejala akut seperti mual, pusing, gangguan saraf hingga kematian, tergantung tingkat paparan.
“Dalam jangka panjang, paparan kronis berpotensi memicu gangguan endokrin, kerusakan organ, bahkan meningkatkan risiko karsinogenik,” ujarnya.
Rekomendasi Penanganan
Untuk mitigasi jangka pendek, pemerintah merekomendasikan penutupan sementara intake air baku dalam zona terdampak, peningkatan pemantauan kualitas air secara real-time, serta edukasi cepat kepada masyarakat agar tidak menggunakan air sungai hingga dinyatakan aman.
Selain itu, upaya netralisasi atau remediasi in-situ perlu dilakukan apabila sumber pencemaran masih dapat diidentifikasi.
Dalam jangka panjang, ia menekankan pentingnya penguatan pengawasan dan penegakan hukum terhadap pelaku pencemaran bahan berbahaya dan beracun (B3), pembangunan sistem peringatan dini berbasis sensor kualitas air online, serta diversifikasi sumber air baku guna meningkatkan ketahanan air saat terjadi krisis.
Restorasi ekosistem sungai melalui rehabilitasi zona riparian juga dinilai krusial untuk meningkatkan kemampuan alami sungai dalam menyaring polutan.
Baca Juga: BUMI Sepekan ke Depan, Masih Lanjut Reli?
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak panik, tetapi tetap waspada dan mengikuti instruksi resmi pemerintah serta PDAM. Jangan menggunakan air sungai untuk memasak, minum, mencuci, atau mandi sampai ada pernyataan aman. Hindari konsumsi ikan dari wilayah terdampak selama masa krisis,” kata Ignasius.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: