Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Danantara Prioritaskan Saham Publik untuk Investasi, Ini Syaratnya!

Danantara Prioritaskan Saham Publik untuk Investasi, Ini Syaratnya! Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir mengungkapkan investasi publik, khususnya saham dan obligasi, menjadi strategi perusahaan dalam mengalokasikan aset. Sebanyak 50% portofolio akan diarahkan ke dalam investasi tersebut.

Dirinya menegaskan Danantara akan berfokus pada perusahaan berkualitas untuk investasi tersebut. Ini disampaikannya dalam acara Indonesia Economic Outlook, Jumat lalu (13/2/2026).

"Masuk ke saham, jadi kita kan bilang 50% akan lebih ke public like investment. Jadi itu bagian dari strategic asset allocation kita. Jadi itu bisa nanti di bond, bisa juga nanti di public equity. Yang penting kan masuk ke public equity itu kita harus perusahaan yang bagus," ujar Pandu, dikutip Senin (16/2).

Saham yang akan dijangkau Danantara memiliki syarat tertentu, seperti fundamental yang baik, dengan valuasi yang baik, dan juga liquid. Sehingga meminimalkan risiko.

Baca Juga: Gandeng Jamdatun Kejagung, Krakatau Steel Perkuat Mitigasi Risiko di Ekosistem Danantara

"Yang penting kan masuk di public equity (pasar saham) itu kita harus perusahaan yang bagus, fundamental yang baik, valuasi yang baik dan juga likuid, harus likuid. Jadi kita bisa keluar-masuk," katanya.

Sebelumnya, Pandu juga mengatakan Danantara telah berinvestasi di pasar modal, namun tidak diungkapkan secara publik, “Kita sudah berinvestasi. Tapi ya kami diam-diam aja lah. Karena kan kalau info semua juga you know the market,” ucapnya.

Ia pun mengungkapkan kriteria saham yang menarik perhatian Danantara, yaitu dengan fundamental kuat. “Jadi tentu kalau untuk saham di Indonesia kita akan mencari saham yang memiliki fundamental yang baik,” katanya.

Tak hanya fundamental, faktor lain seperti likuiditas dan valuasi juga menjadi pertimbangan dalam keputusan investasi. “Memiliki likuiditas yang baik. Kita juga harus memilih value yang baik. Jadi fundamental, liquidity and value. Secara fundamental kita harus melihat 3 itu,” ungkapnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

Bagikan Artikel: