Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Rosan Ungkap Investasi Rp13.000 Triliun Jadi Kunci Kejar Pertumbuhan 8%

Rosan Ungkap Investasi Rp13.000 Triliun Jadi Kunci Kejar Pertumbuhan 8% Kredit Foto: Youtube Perekonomian RI
Warta Ekonomi, Jakarta -

Danantara Indonesia menegaskan perannya sebagai penggerak investasi strategis nasional untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi hingga 8%, melalui penguatan pipeline proyek lintas sektor, kemitraan global, serta percepatan hilirisasi.

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyoroti capaian awal kinerja Danantara. “Belum genap satu tahun, namun dari laporan sementara yang saya terima, hasil efisiensi dan reformasi yang Danantara jalankan sudah menunjukkan peningkatan hingga empat kali lipat dibandingkan tahun 2024. Ini capaian yang luar biasa, tetapi tidak boleh membuat kita cepat puas. Justru harus terus dikejar,” ujar Prabowo, dalam forum Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Jumat (13/2/2026).

Prabowo menegaskan, efisiensi dan reformasi harus terus ditingkatkan agar investasi mampu memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan.

Baca Juga: Danantara Kejar Peringkat Global dari Moody’s dan S&P untuk Akses Pendanaan

Sejalan dengan itu, CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani menegaskan bahwa investasi yang dikelola Danantara diarahkan untuk menghasilkan dampak riil bagi perekonomian.

“Danantara hadir untuk memastikan investasi tidak hanya menghasilkan return finansial, tetapi juga menciptakan lapangan kerja, memperkuat industri, dan mendorong transformasi ekonomi nasional,” kata Rosan.

Untuk menopang target pertumbuhan tersebut, Indonesia diproyeksikan membutuhkan investasi penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) sekitar Rp13.000 triliun pada periode 2025–2029. Pada 2025, realisasi investasi nasional tercatat mencapai Rp1.931,2 triliun dan menyerap lebih dari 2,7 juta tenaga kerja.

Hilirisasi menjadi motor utama investasi. Sepanjang 2025, investasi hilirisasi mencapai Rp584,1 triliun atau sekitar 30,2% dari total realisasi investasi nasional, dengan pertumbuhan signifikan dibanding tahun sebelumnya.

Baca Juga: Danantara Akui Proses Perampingan BUMN Buat Kursi Direksi Menyusut

Danantara menyiapkan pipeline investasi lintas sektor bernilai puluhan miliar dolar AS. Proyek-proyek tersebut mencakup hilirisasi mineral dan energi, agrikultur, infrastruktur digital, hingga pengolahan sampah menjadi energi (waste-to-energy).

Sejumlah proyek yang tengah disiapkan antara lain pengembangan fasilitas waste-to-energy di 33 kota, investasi agrikultur terintegrasi di dalam dan luar negeri, pengembangan data center platform bersama operator global, proyek hilirisasi energi seperti bioetanol, bioavtur, dan DME, serta penguatan industri pangan termasuk poultry dan pengolahan garam.

Secara keseluruhan, pipeline proyek hilirisasi lintas sektor tersebut memiliki potensi investasi sekitar USD 26 miliar dan diperkirakan mampu menciptakan lebih dari 600 ribu lapangan kerja, baik langsung maupun tidak langsung.

Di tingkat global, Danantara juga memperluas kemitraan strategis dengan sovereign wealth fund dan lembaga keuangan internasional. Kepercayaan investor tercermin dari peringkat kredit Danantara Investment Management yang memperoleh rating BBB dengan outlook stabil, sejalan dengan sovereign rating Indonesia.

“Setiap investasi harus memiliki multiplier effect: industri tumbuh, teknologi berpindah, lapangan kerja tercipta, dan kapasitas nasional meningkat,” ujar Rosan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri

Bagikan Artikel: