Dukung Konsep Green Island Nusa Penida, Wamendagri Bima Arya: Kita Punya Dana Insentif Fiskal Rp5 Triliun
Kredit Foto: Istimewa
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Republik Indonesia, Bima Arya, melakukan kunjungan kerja ke Nusa Penida, Minggu (15/2). Kedatangan mantan Wali Kota Bogor ini disambut langsung oleh Bupati Klungkung I Made Satria didampingi Ny. Eva Satria, Wakil Bupati Tjokorda Gde Surya Putra, Sekretaris Daerah Anak Agung Gede Lesmana, Camat Nusa Penida, serta para Kepala OPD di lingkungan Pemkab Klungkung.
Kunjungan selama dua hari Menteri Bima bertujuan menyelaraskan program dan mendorong percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah Kepulauan Nusa Penida. Diketahui, wilayah ini merupakan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional dengan tantangan geografis yang memerlukan perhatian khusus.
Bupati Klungkung I Made Satria menyampaikan bahwa Pemkab Klungkung tengah mendorong percepatan pembangunan infrastruktur dasar melalui dukungan Program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah dan Air Minum.
"Kami sangat berharap dukungan untuk perbaikan akses jalan induk menuju destinasi wisata di Nusa Penida. Selain itu, kebutuhan air bersih juga akan semakin meningkat seiring perkembangan sektor pariwisata," ujar Bupati Satria.
Menanggapi hal tersebut, Bima Arya menilai Nusa Penida sebagai hidden paradise yang belum sepenuhnya mendapat sentuhan pembangunan optimal. Ia mendorong pematangan konsep Green Island Nusa Penida yang terintegrasi dengan penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) agar arah pembangunan semakin terstruktur dan berkelanjutan.
"Saya akan dampingi dalam penyusunan konsep Green Island yang kemudian diturunkan ke RDTR. Soal penganggaran juga akan kita lihat kembali, termasuk kemungkinan mengundang kementerian terkait untuk mendengarkan paparan ini," jelasnya.
Baca Juga: Penerbangan Langsung Taiwan–Indonesia Perkuat Pariwisata Nasional
Lebih lanjut, ia juga menyampaikan rencana untuk mengusulkan Nusa Penida kepada Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, agar dapat dipertimbangkan masuk dalam Program Destinasi Super Prioritas.
"Kita pilih beberapa titik dan bangun ekosistemnya secara menyeluruh, bukan hanya promosinya. Kemendagri memiliki dana insentif fiskal sekitar Rp5 triliun. Nanti akan kita lihat kemungkinan dukungannya, termasuk untuk penanganan kemiskinan dan stunting," pungkasnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: