Kredit Foto: Antara/Galih Pradipta
Selain aspek berbagi, perayaan Imlek juga mendorong aktivitas konsumsi melalui berbagai program promosi. Selama periode Februari–Maret 2026, sejumlah insentif belanja dan transaksi disiapkan untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Program promosi tersebut mencakup potongan harga dan cashback untuk transaksi ritel, kuliner, serta perjalanan. Insentif ini dinilai berkontribusi pada perputaran ekonomi jangka pendek sekaligus mendorong penggunaan instrumen pembayaran non-tunai.
Dari sisi perilaku finansial, Imlek juga dipandang sebagai momentum awal tahun untuk membangun disiplin keuangan. Penggunaan layanan digital memungkinkan masyarakat memisahkan kebutuhan konsumsi, berbagi, dan perencanaan keuangan secara lebih terukur dalam satu ekosistem.
Baca Juga: Kenapa Setiap Imlek Biasanya Turun Hujan?
Edwin menambahkan, digitalisasi layanan keuangan memberi ruang bagi masyarakat untuk tetap menjalankan tradisi, sembari menyesuaikannya dengan kebutuhan efisiensi dan pengelolaan keuangan modern.
“Kami berharap layanan digital dapat mendukung masyarakat tidak hanya dalam berbagi di momen perayaan, tetapi juga dalam menyusun langkah finansial yang lebih bijak di awal tahun,” ujarnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: