Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Aset Reksa Dana Anak Muda Tembus Rp51,82 Triliun

Aset Reksa Dana Anak Muda Tembus Rp51,82 Triliun Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per November 2025 mencatat, kelompok usia di bawah 30 tahun menguasai 54,23% dari total investor reksa dana dan mengelola aset senilai Rp51,82 triliun, seiring pertumbuhan jumlah investor reksa dana sebesar 2,45%.

Dominasi investor muda tersebut menjadi salah satu pendorong utama ekspansi industri reksa dana. Meningkatnya partisipasi generasi muda menunjukkan pergeseran perilaku finansial masyarakat, di mana investasi mulai menjadi bagian dari aktivitas keuangan sehari-hari, bukan lagi aktivitas yang bersifat eksklusif.

KSEI mencatat, tren tersebut turut memperkuat ekosistem investasi ritel, terutama pada produk reksa dana yang relatif mudah diakses oleh investor pemula. Kemudahan pembukaan rekening, nominal investasi awal yang terjangkau, serta akses digital menjadi faktor pendorong pertumbuhan investor muda.

Baca Juga: Jumlah Investor Pasar Modal Naik 5,34 Juta Sepanjang 2025

Merespons dinamika tersebut, sejumlah pelaku industri keuangan menyesuaikan strategi layanan investasi yang menyasar generasi muda. Bank digital blu by BCA Digital, misalnya, memperkuat layanan investasi bluInvest sebagai bagian dari upaya memperluas akses investasi berbasis digital.

Head of Marketing & Communications BCA Digital Ruli Himawan mengatakan, perubahan perilaku finansial generasi muda perlu direspons dengan pendekatan yang relevan dan mudah digunakan.

“Dulu investasi dianggap mahal dan ribet. Sekarang, banyak anak muda memilih mulai dari langkah kecil tapi konsisten. Lewat bluInvest kami ingin memastikan langkah itu terasa ringan, relevan, dan bisa dilakukan siapa saja,” ujar Ruli.

Ia menambahkan, pengalaman digital menjadi faktor penting dalam mendorong partisipasi investor muda.

“Investasi harus terasa sesederhana top up e-wallet atau beli paket data. Itu menjadi alasan kami, BCA Digital, terus memperkuat kapasitas bluInvest, agar investasi bisa dilakukan dengan nyaman melalui satu aplikasi,” katanya.

Baca Juga: Perdagangan Masih Sepi Meski Investor Capai 20,12 Juta, Bos KSEI Ungkap Penyebabnya!

Saat ini, bluInvest terintegrasi dalam aplikasi blu dan bekerja sama dengan dua Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) berlisensi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yakni Moduit dan FUNDtastic. Melalui kolaborasi tersebut, pengguna dapat mengakses berbagai produk reksa dana, mulai dari pasar uang hingga saham, sesuai dengan profil risiko masing-masing investor.

Untuk mendorong konsistensi investasi, layanan tersebut juga menyediakan fitur pembelian dengan modal awal fleksibel serta auto-invest berbasis Dollar Cost Averaging (DCA) melalui mitra FUNDtastic. Selain itu, pemantauan portofolio dilakukan secara terpusat dalam satu aplikasi, memungkinkan investor memantau nilai aset, pertumbuhan, dan komposisi investasi.

Seiring meningkatnya partisipasi generasi muda, penguatan literasi keuangan juga menjadi perhatian industri. BCA Digital secara berkala menjalankan program literasi keuangan guna meningkatkan pemahaman investor muda terhadap pengelolaan risiko dan strategi investasi sederhana.
“Harapan kami, bluInvest bisa menjadi solusi nyata yang memberdayakan generasi muda untuk memulai dan mempertahankan kebiasaan investasi yang sehat,” tutup Ruli.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: