Gen Z Mulai Lirik Emas, Ini Tips Investasi yang Paling Masuk Akal
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Oleh karena itu, emas lebih ideal untuk tujuan jangka menengah hingga panjang. Oleh karena itu, emas bisa digunakan untuk instrumen dana darurat atau proteksi nilai aset. Sebaliknya, untuk kebutuhan jangka sangat pendek, fluktuasi harga harian emas tetap bisa menimbulkan risiko.
Tips Investasi Emas yang Masuk Akal untuk Pemula
Semua instrumen investasi tidak bisa dilakukan hanya karena impulsif dan emosional, termasuk dalam berinvestasi emas. Oleh karena itu, agar tidak terjebak tren sesaat, berikut ini adalah beberapa pendekatan bagi investor oemula agar lebih rasional dalam mengelola dana.
1. Mulai dari Nominal Kecil dan Konsisten
Investasi yang sehat tidak dilakukan dengan cara menaruh “umpan” sekali dan mengambil “ikan” besar dalam sekali waktu. Dibanding cara pandang tersebut, strategi pembelian secara rutin atau dollar cost averaging bisa membantu mengurangi risiko. Investor dapat mencicil pembelian emas secara berkala tanpa harus menunggu harga “terendah”.
2. Pilih Emas Digital atau Fisik?
Baik emas fisik atau pun digital memiliki kelebihan masing-masing. Emas fisik cocok untuk investor yang ingin memegang aset secara langsung, namun harus memikirkan risiko penyimpanan. Sementara emas digital lebih praktis dan likuid, tetapi harus dipastikan platformnya terdaftar dan diawasi regulator seperti OJK atau Bappebti.
3. Hindari Beli Saat Euforia Harga
Meskipun tidak terlalu signifikan, euforia pasar kadang juga mempengaruhi harga emas. Hal ini perlu diperhatikan agar tidak mengalami kerugian di jangka pendek. Sebab, harga emas kerap mengalami penurunan setelah adanya lonjakan harga karena spontanitas pembelian secara masal. Akan lebih aman membeli emas ketika pasar sedang relatif stabil, karena toh emas akan selalu meningkat setelahnya.
Baca Juga: Apa Itu Saham? Kenali Jenis, Risiko, dan Keuntungannya
Kesalahan Gen Z Saat Mulai Investasi Emas
Investasi tidak hanya sekedar menaruh modal dan mendapatkan kembali modal dengan hasilnya. Faktanya ada berbagai kesalahan yang dilakukan oleh investor pemula. Berikut ini adalah beberapa kesalahan yang sebenarnya bisa dihindari tetapi masih kerap terjadi.
1. Terlalu Fokus ke Harga Harian
Memperhatikan pergerakan harga emas harian penting untuk pengetahuan, tetapi tidak perlu mempengaruhi keputusan apalagi menjadi panik. Sebab, emas bukan instrumen trading harian. Anda dapat cek harga emas setiap bulan atau bahkan setahun sekali.
2. Tidak Paham Spread dan Buyback
Ketika membaca harga perdagangan emas, penting untuk dipahami bahwa perusahaan produsen emas memberlakukan dua harga yang berbeda, yaitu harga jual dan harga beli kembali. Ketika investor akan membeli aset, tentu akan mengikuti harga jual oleh produsen (Spread), semetara ketika ingin menjual aset maka akan mengikuti harga beli kembali oleh produsen (Buyback).
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Amry Nur Hidayat