Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Populasi Muslim RI 244 Juta, Prudential Syariah Lihat Peluang Besar

Populasi Muslim RI 244 Juta, Prudential Syariah Lihat Peluang Besar Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Prudential Sharia Life Assurance menyatakan tidak khawatir terhadap kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait kewajiban pemisahan atau spin off Unit Usaha Syariah (UUS) di industri perasuransian. Perseroan menilai potensi pasar asuransi syariah di Indonesia masih sangat besar seiring jumlah populasi muslim yang mencapai sekitar 244 juta jiwa.

Presiden Direktur Prudential Sharia Life Assurance, Iskandar Ezzahuddin Ahmad Zulkiflee, mengatakan jumlah masyarakat muslim yang memiliki polis asuransi syariah masih tergolong rendah dibandingkan total populasi muslim di Indonesia.

“Saat ini polis hanya ada 1 juta polis. Di Indonesia, masyarakat muslim berjumlah sekitar 244 juta,” ujar Iskandar dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (12/5/2026).

Menurut dia, kondisi tersebut justru menunjukkan ruang pertumbuhan industri asuransi syariah masih terbuka lebar. Karena itu, Prudential Syariah berencana memperkuat jaringan distribusi dengan menambah jumlah agen asuransi di lapangan agar literasi dan kesadaran masyarakat meningkat.

Selain itu, Iskandar menilai bertambahnya jumlah perusahaan asuransi syariah bukan menjadi ancaman bagi industri, melainkan peluang untuk memperkuat edukasi dan penetrasi asuransi syariah di Indonesia.

“Saya berpikir kita perlu punya banyak pemain. Kita perlu memiliki banyak investasi dan lebih banyak lagi orang yang berbicara tentang asuransi. Jadi, kita sangat senang bahwa akan ada lebih banyak spin-off datang dan kita lebih dari senang untuk bekerja sama demi meningkatkan level industri sebagai sebuah industri syariah,” katanya.

Baca Juga: Prudential Syariah Catat Kontribusi Bisnis Baru Rp1 Triliun pada 2025

Baca Juga: Prudential Syariah Catat Pangsa Pasar 22% dan Pertumbuhan Aset 20%

Di sisi lain, Chief Customer Marketing Officer Prudential Sharia Life Assurance, Vivin Arbianti Gautama, mengatakan penetrasi asuransi di Indonesia masih rendah. Hingga saat ini, total industri asuransi baru berkontribusi sekitar 2,8% terhadap produk domestik bruto (PDB).

Menurut Vivin, ruang pertumbuhan industri asuransi, termasuk asuransi syariah, masih sangat besar di Indonesia.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri