Tiga Kekurangan Kamera OPPO A6 Pro 5G yang Wajib Dipertimbangkan
Kredit Foto: OPPO
HP OPPO A6 Pro 5G menjadi pilihan menarik di kelas mid-range berkat kombinasi baterai besar dan konektivitas 5G, tetapi dari sisi kamera ada beberapa keterbatasan penting yang perlu diperhatikan.
Sensor utama 50 MP pada A6 Pro 5G memang menawarkan detail yang memadai untuk foto sehari-hari, tetapi konfigurasi lensa perangkat ini tidak mencakup ultrawide atau telefoto sejati, membatasi fleksibilitas komposisi foto.
Ketiadaan lensa ultrawide berarti sudut pandang foto tetap sempit seperti lensa utama, sehingga menangkap area luas seperti foto lanskap atau grup besar menjadi kurang optimal tanpa mundur jauh.
Lensa tambahan 2 MP depth yang hadir di perangkat ini umumnya hanya membantu pada efek bokeh dan tidak menambah kemampuan optik baru, sehingga tetap tidak menggantikan kegunaan lensa kedua yang lebih berguna secara praktis.
Dalam praktiknya, keterbatasan ini berdampak nyata ketika pengguna ingin bereksperimen dengan perspektif berbeda, seperti memotret arsitektur, pemandangan kota, atau foto perjalanan yang membutuhkan bidang pandang luas.
Perangkat pesaing di kelas harga yang sama umumnya sudah menawarkan konfigurasi triple camera dengan lensa utama, ultrawide, dan lensa makro atau depth yang lebih fungsional, sehingga memberi ruang kreativitas lebih lengkap.
Sebagai contoh, Samsung lewat seri Galaxy A14 atau Galaxy A24 menghadirkan lensa ultrawide di kisaran harga kompetitif, yang membantu foto grup dan lanskap agar bisa ditangkap tanpa mundur jauh.
Xiaomi juga konsisten membawa lensa ultrawide pada banyak model Redmi Note seperti Redmi Note 12, sehingga fleksibilitas foto lebih tinggi di segmen yang sama.
Begitu pula dengan lini realme seperti realme 11 yang memasukkan kombinasi ultrawide 8 MP dan lensa utama yang bisa menangkap berbagai gaya pemotretan.
Tidak adanya ultrawide pada OPPO A6 Pro 5G membuatnya lebih terbatas dibanding rival-rival tersebut, meskipun sensor utama 50 MP sendiri bekerja baik di kondisi cahaya yang memadai.
Selain soal lensa, perekaman video pada perangkat ini juga terbatas pada 1080p, sedangkan beberapa pesaing di segmen serupa telah menghadirkan 4K di setelan kamera belakang.
Keterbatasan tersebut berarti bahwa pengguna yang sering membuat konten video untuk platform seperti TikTok atau YouTube mungkin merasa opsi perekaman kurang fleksibel dibanding perangkat yang sudah mendukung resolusi lebih tinggi.
Dari sisi perangkat keras, OPPO A6 Pro 5G juga membawa baterai besar 7.000 mAh dan layar AMOLED 120 Hz yang membuat pengalaman visual tetap nyaman, tetapi hal ini tidak langsung menutup kekurangan di aspek kamera.
Spesifikasi lain seperti chipset media yang digunakan umumnya dirancang untuk tugas harian dan konsumsi media, bukan photography-centric performance, sehingga kombinasi kamera perlu dipertimbangkan bersama konfigurasi keseluruhan.
Sumber spesifikasi perangkat ini dirujuk dari dokumentasi resmi pabrikan dan publikasi spec sheet yang tercatat di database ulasan seperti GSMArena yang mencerminkan komposisi lensa pada ponsel ini.
Baca Juga: Cari HP OPPO Terbaik di 2026? Ini 5 Model yang Layak Diburu
Dengan demikian, calon pembeli yang sangat menghargai pengalaman fotografi optik yang fleksibel sebaiknya memperhatikan konfigurasi lensa di ponsel lain, terutama yang sudah lengkap dengan ultrawide dan makro.
OPPO A6 Pro 5G tetap menjadi pilihan menarik untuk kebutuhan umum, tetapi dari sisi kamera, konfigurasi yang lebih sederhana membuatnya kurang cocok bagi pengguna yang ingin eksplorasi foto lebih luas.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: