Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Festival Budaya di Prambanan Tingkatkan Kunjungan Wisata

Festival Budaya di Prambanan Tingkatkan Kunjungan Wisata Kredit Foto: Antara/Andreas Fitri Atmoko
Warta Ekonomi, Jakarta -

Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa mengungkapkan festival budaya di Candi Prambanan seperti Prambanan Shiva Festival mendorong peningkatan jumlah kunjungan wisata. Oleh karena itu, dirinya mendorong festival tersebut menjadi  agenda unggulan pariwisata nasional.

Selain menjadi perayaan agama, Wamenpar menilai  festival yang berpuncak pada perayaan Mahashivaratri ini juga menghadirkan pengalaman wisata yang bermakna. Selain itu, juga menggerakkan ekosistem ekonomi masyarakat sekitar. 

Event budaya seperti ini, turut menggerakkan pelaku UMKM, pekerja seni, perhotelan, dan sektor jasa pariwisata di kawasan sekitar. Ini disampaikan Wamenpar saat menghadiri upacara Mahashivaratri di Kompleks Candi Prambanan, Sleman, DIY, Minggu (15/2/2026).

“Dari sisi kepariwisataan, Prambanan Shiva Festival diharapkan menjadi program unggulan yang mampu meningkatkan kunjungan wisatawan nusantara maupun mancanegara,” ujarnya, dikutip dari siaran pers Kemenpar, Rabu (18/2).

Mahashivaratri menjadi puncak rangkaian Prambanan Shiva Festival yang telah berlangsung sejak 17 Januari 2026. Hari suci terpenting bagi umat Hindu ini diperingati melalui berbagai ritual sakral dan kegiatan budaya yang merefleksikan nilai spiritual, harmoni, serta toleransi.

Salah satu rangkaian utama adalah Festival Dipa dengan penyalaan ribuan dipa yang diiringi bunyi alat musik damaru, menciptakan suasana magis dan khusyuk di kawasan candi. Momen ini melambangkan persatuan umat dalam doa serta harapan akan kedamaian dan kesejahteraan dunia.

Baca Juga: Ekonomi RI Diproyeksikan Tumbuh Lebih Tinggi dalam Dua Tahun

Atraksi video mapping yang membalut Candi Prambanan turut menghadirkan pengalaman visual yang memperkuat pesan spiritual dan kebersamaan.

“Ini menjadi simbol kebersamaan dalam harmoni spiritual dan toleransi antarumat beragama,” kata Ni Luh Puspa.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

Bagikan Artikel: