Kredit Foto: PLN
Popularitas mobil listrik (EV) saat ini tengah melonjak, tapi banyak pengguna yang melupakan beberapa elemen penting dalam mobil listrik, salah satunya ban.
Apakah Mobil Listrik Butuh Ban Khusus?
Ban untuk mobil listrik (EV) mempunyai kekhususan tersendiri dibanding dengan mobil yang menggunakan teknologi pembakaran internal (ICE). Mobil listrik mempunyai akselerasi yang instan, begitu injak pedal gas, langsung mendapat 100 persen tenaga kendaraan. Selain itu mobil listrik juga mempunyai beban mobil lebih berat karena menopang baterai.
Kombinasi antara akselerasi instan dan beban baterai yang berat membuat ban mobil listrik cepat aus jika menggunakan ban konvensional.
Perbedaan Ban EV vs Ban Konvensional
Ban EV dibuat khusus dengan struktur serta komponen karet yang berbeda dengan ban mobil konvensional.
Ban EV dibuat khusus agar ban mampu menahan torsi instan yang besar sekaligus menopang bobot baterai kendaraan yang lebih berat, sekaligus dibuat lebih senyap dan meminimalisir terjadinya hambatan gulir (rolling resistance).
Ban khusus EV berfungsi menjaga efesiensi energi dan menjaga jarak tempuh mobil listrik tetap optimal.
Namun, bila mobil EV memaksakan tetap menggunakan ban konvensional, akan menimbulkan kerugian yang signifkan, seperti rolling resistance, tingkat kebisingan, dan daya tahan terhadap torsi kendaraan:
1. Rolling Resistance
Rolling resistance (hambatan gulir) di mobil listrik (EV) adalah gaya hambat energi yang dihasilkan saat ban berputar dan bersentuhan dengan permukaan jalan. Mobil EV, hambatan ini akan berdampak langsung pada efisiensi baterai dan jarak tempuh. Ban EV umumnya menggunakan teknologi Low Rolling Resistance (LRR) atau hambatan gulir rendah untuk menghemat daya.
Ban EV dibuat dengan teknologi dan kompon khusus dengan desain tapak/pola ban tertentu untuk meminimalkan hambatan tersebut. Apa dampak baiknya?
- Jarak tempuh lebih jauh
- Konsumsi energi lebih hemat
- Efisiensi baterai lebih optimal
2. Tingkat Kebisingan
Mobil listrik hampir tidak menghasilkan suara mesin. Akibatnya, suara gesekan ban dengan aspal menjadi lebih terdengar di dalam kabin.
Karena itu, ban EV biasanya memiliki:
- Pola tapak yang dirancang lebih senyap
- Struktur internal dengan peredam suara
- Dinding ban yang membantu mengurangi resonansi
Beberapa produsen bahkan menyematkan teknologi peredam busa di dalam ban untuk meningkatkan kenyamanan berkendara.
3. Daya tahan terhadap Torsi Instan
Berbeda dengan mobil bensin yang tenaga dan torsinya naik bertahap, motor listrik memberikan torsi maksimum secara instan sejak awal akselerasi.
Konsekuensinya:
- Ban lebih cepat aus jika tidak dirancang untuk torsi tinggi
- Traksi harus lebih optimal
- Struktur ban harus lebih kuat
- Ban EV umumnya memiliki konstruksi yang lebih kokoh untuk menghadapi beban tambahan serta tekanan torsi mendadak tersebut.
Risiko Menggunakan Ban Biasa pada Mobil Listrik
Menggunakan ban konvensional pada mobil listrik memang tidak dilarang. Namun, ada beberapa risiko yang perlu diperhatikan:
- Jarak tempuh berkurang karena hambatan gulir lebih tinggi.
- Ban lebih cepat aus akibat torsi instan dan bobot kendaraan yang lebih berat.
- Kebisingan meningkat di dalam kabin.
- Efisiensi energi menurun, yang dalam jangka panjang berdampak pada biaya operasional.
Selain itu, karena baterai membuat mobil listrik lebih berat, penggunaan ban yang tidak sesuai spesifikasi load index juga berisiko terhadap keselamatan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: