Kredit Foto: PLN
Risiko Menggunakan Ban Biasa Pada Mobil Listrik
Berikut beberapa risiko menggunakan ban biasa (konvensional) pada mobil listrik (EV):
1. Jarak Tempuh Lebih Pendek
Mobil listrik sangat bergantung pada efisiensi energi baterai.
Ban konvensional umumnya memiliki rolling resistance lebih tinggi dibanding ban khusus EV.
Akibatnya:
- Konsumsi energi meningkat
- Baterai lebih cepat habis
- Jarak tempuh berkurang
- Dalam penggunaan harian, selisih ini bisa cukup terasa, terutama untuk perjalanan jauh.
2. Ban Lebih Cepat Aus
Mobil listrik seperti produksi Tesla atau Hyundai memiliki torsi instan yang langsung keluar saat pedal ditekan.
Jika menggunakan ban biasa:
- Tapak ban lebih cepat terkikis
- Umur pakai lebih pendek
- Frekuensi penggantian meningkat
- Selain itu, bobot EV yang lebih berat karena baterai juga mempercepat keausan.
3. Kebisingan Lebih Tinggi di Kabin
Mobil listrik hampir tanpa suara mesin.
Artinya, suara gesekan ban dengan aspal akan jauh lebih terdengar.
Ban EV biasanya dirancang dengan:
- Pola tapak lebih senyap
- Struktur peredam suara
- Jika memakai ban biasa, kabin bisa terasa lebih bising dan mengurangi kenyamanan.
4. Risiko Traksi Kurang Optimal
Karena torsi EV sangat besar sejak awal akselerasi, ban harus memiliki daya cengkeram (grip) yang baik.
Ban konvensional yang tidak dirancang untuk karakter ini bisa menyebabkan:
- Slip saat akselerasi
- Kontrol kurang stabil
- Jarak pengereman lebih panjang
- Dalam kondisi jalan basah, risiko ini bisa meningkat.
5. Beban Tidak Sesuai (Load Index)
Mobil listrik umumnya lebih berat dibanding mobil bensin sekelasnya.
Jika ban biasa memiliki load index yang tidak sesuai:
- Struktur ban bisa cepat rusak
- Risiko pecah ban meningkat
- Stabilitas kendaraan terganggu
- Ini menjadi aspek keselamatan yang penting.
6. Efisiensi Biaya Jangka Panjang Menurun
Walaupun ban biasa mungkin lebih murah di awal, dampaknya bisa:
- Lebih sering ganti ban
- Konsumsi energi meningkat
- Biaya operasional lebih tinggi
- Dalam jangka panjang, penggunaan ban yang tidak sesuai justru bisa lebih mahal.
Rekomendasi Ban yang Cocok untuk Mobil Listrik
Saat ini di Indonesia sudah banyak produsen ban yang menciptakan ban khusus untuk mobil listrik sesuai dengan kebutuhan performa kendaraan dan efesiensi daya kendaraan.
1. Bridgestone Turanza EV
Mempunyai teknologi ENLITEN untuk tenaga lebih ringan & rolling resistance rendah dan mendukung efisiensi baterai serta kenyamanan berkendara. Cocok untuk EV harian dan perjalanan jauh.
Spesifikasi umum:
- Tread all-season
- Stabil, senyap, & nyaman
- Load index tinggi (untuk bobot EV)
Kisaran harga Indonesia: sekitar Rp3,5 juta–Rp5 juta per ban tergantung ukuran dan model.
2. Michelin e.Primacy
Dirancang khusus dengan rolling resistance rendah dan membantu efisiensi energi serta jarak tempuh baterai lebih jauh. Michelin terkenal dengan kenyamanan dan keheningan berkendara.
Spesifikasi umum:
- Compound khusus EV
- Fokus pada efisiensi dan kenyamanan
- Cocok untuk sedan/hatch EV harian
Kisaran harga Indonesia: sekitar Rp3,3 juta-Rp4,5 juta per ban tergantung ukuran dan model.
3. Goodyear Electricdrive
Ban ini dirancang khusus untuk mobil listrik dengan fokus pada kenyamanan & pengurangan kebisingan, serta struktur yang kuat untuk handle bobot EV.
Spesifikasi umum:
- Teknologi busa peredam suara
- Konstruksi tahan torsi baterai EV
Kisaran harga Indonesia: sekitar Rp3,8 juta-Rp5 juta per ban tergantung ukuran dan model.
4. Continental Eco Contact
Ban ini berfokus pada efisiensi energi dan mempunyai kelebihan rolling resistance yang rendah serta kestabilan kinerja di kondisi basah/dingin. Seri ini sering direkomendasikan sebagai ban efisien untuk EV.
Spesifikasi umum:
- Teknologi bahan Green Chili 2.0
- Kontrol pengereman dan grip baik di jalan basah
Kisaran harga Rp3 juta-Rp5,5 juta tergantung ukuran dan model.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: