Kredit Foto: Autopedia Sukses Lestari
PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) memproyeksikan lonjakan permintaan mobil bekas menjelang mudik Lebaran 2026 dan mulai memperkuat stok serta kanal penjualan digital untuk menangkap momentum musiman tersebut.
Perseroan menilai tradisi mudik dan peningkatan mobilitas selama Ramadan hingga Lebaran menjadi pendorong utama kebutuhan kendaraan pribadi yang andal dan terjangkau. Secara historis, periode ini konsisten memberi kontribusi positif terhadap penjualan perusahaan.
Presiden Direktur PT Autopedia Sukses Lestari Tbk, Jany Candra, mengatakan mobil bekas tetap menjadi alternatif rasional di tengah daya beli masyarakat yang selektif.
“Jelas bisa kita lihat bahwa mobil bekas selalu menjadi alternatif rasional di tengah daya beli yang selektif. Karena mobil bekas menawarkan harga yang lebih terjangkau dibanding mobil baru serta memberikan pilihan unit yang variatif sesuai kebutuhan konsumen,” ujar Jany, dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (19/2/2026).
Baca Juga: Ditopang Mobil Listrik, Penjualan Kendaraan Indonesia Naik 7 Persen pada Januari 2026
Untuk mengantisipasi kenaikan permintaan, ASLC memperkuat ketersediaan unit di jaringan showroom Caroline.id serta memastikan kendaraan yang dipasarkan telah melalui inspeksi ketat, baik dari sisi mesin maupun kelengkapan dokumen. Langkah ini ditempuh untuk memberikan kepastian kualitas bagi konsumen yang akan menggunakan kendaraan untuk perjalanan jarak jauh saat mudik.
Selain memperbanyak stok, perseroan juga mengoptimalkan platform digital dan jaringan online-to-offline guna memperluas akses pembelian. Skema ini dirancang untuk memudahkan konsumen memilih unit secara daring sebelum melakukan transaksi di showroom.
Di lini bisnis lelang melalui JBA, perusahaan juga meningkatkan pasokan kendaraan dan memperluas akses lelang berbasis digital. Menjelang Lebaran, aktivitas lelang umumnya meningkat karena dealer dan pelaku usaha membutuhkan tambahan stok untuk memenuhi permintaan pasar.
Secara keseluruhan, ASLC memandang prospek bisnis mobil bekas pada 2026 tetap positif dengan fundamental pasar yang dinilai kuat. Perseroan menargetkan pertumbuhan penjualan dobel digit sepanjang 2026, ditopang ekspansi jaringan dan optimalisasi ekosistem omnichannel.
Optimisme tersebut ditopang kinerja 2025. Hingga kuartal III/2025, ASLC mencatat pendapatan tumbuh 15% secara tahunan menjadi Rp713 miliar dengan laba bersih Rp33,9 miliar.
Baca Juga: Penjualan Mobil Astra Capai 34.867 Unit Naik 0,97% di Januari 2026
“Dengan menjaga kualitas melalui proses inspeksi ketat dan menghadirkan transparansi harga serta kondisi kendaraan, ASLC memusatkan perhatian pada pertumbuhan berkelanjutan dan profitabilitas bisnis,” kata Jany.
Momentum Lebaran 2026 menjadi salah satu pengungkit awal bagi target pertumbuhan tahun depan, seiring meningkatnya kebutuhan kendaraan pribadi untuk mobilitas musiman masyarakat.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: