Tarif Nol Persen untuk Ribuan Produk Indonesia, Pemerintah Siapkan Skema Perlindungan
Kredit Foto: Sekretariat Presiden
Komoditas seperti gandum dan kedelai termasuk dalam daftar yang memperoleh tarif nol persen. Kebijakan tersebut berdampak pada bahan baku industri pangan dalam negeri.
“Sehingga masyarakat Indonesia membayar 0% untuk barang yang diproduksi dari soybean ataupun wheat, dalam hal ini noodle ataupun dalam bentuk tahu dan tempe,” kata dia.
Selain sektor barang fisik, kedua negara juga sepakat mengikuti posisi dalam forum World Trade Organization (WTO) terkait transaksi ekonomi elektronik. Artinya, tidak ada bea masuk atas arus perdagangan digital.
Indonesia juga menyatakan dukungan terhadap transfer data lintas batas secara terbatas sesuai regulasi nasional. Pada saat yang sama, Amerika Serikat mengakui komitmen perlindungan data konsumen yang setara dengan standar Indonesia.
Di balik terbukanya akses tarif nol persen untuk 1.819 produk Indonesia, pemerintah menyiapkan mekanisme pengamanan perdagangan. Instrumen ini dirancang untuk mengantisipasi lonjakan arus barang yang tidak wajar akibat liberalisasi tarif.
Airlangga menjelaskan bahwa Indonesia dan Amerika Serikat membentuk board of council sebagai forum bilateral pengawasan perdagangan. Forum tersebut menjadi jalur awal jika terjadi lonjakan impor atau ekspor yang dinilai tidak normal.
“Iya. Jadi yang pertama terkait dengan mekanisme, karena kita membentuk board of council. Jadi kalau ada lonjakan impor dari kedua negara yang dianggap tidak normal atau dengan harga yang tidak umum, nah itu tentu berlaku regulasi seperti di WTO, dumping dan yang lain.
Namun sebelumnya dibawa dulu ke board of council. Jadi kita sudah punya mekanisme dengan Amerika sehingga tentunya akses pasar bagi barang Amerika. Demikian pula akses pasar untuk barang Indonesia yang melonjak ekspornya ke Amerika. Jadi sudah ada mekanisme.” Ujarnya.
Menurutnya, pendekatan ini bersifat dua arah dan tidak hanya melindungi industri dalam negeri dari banjir impor. Mekanisme yang sama juga berlaku apabila ekspor Indonesia ke Amerika Serikat meningkat tajam.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: