- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
Indonesia Sepakati Impor Bioetanol dari Amerika Serikat hingga Tahun 2030
Kredit Foto: Kementerian ESDM
Pemerintah Indonesia secara resmi memutuskan untuk tidak menutup keran impor bioetanol yang berasal dari Amerika Serikat. Keputusan tersebut tertuang dalam perjanjian perdagangan timbal balik yang telah ditandatangani oleh kedua negara pada Jumat (20/2/2026).
Dalam dokumen perjanjian tersebut, Indonesia berkomitmen untuk tidak membuat kebijakan yang berpotensi melarang masuknya produk bioetanol dari Amerika Serikat. Langkah ini diambil guna menjaga stabilitas perdagangan bilateral serta memastikan ketersediaan pasokan energi di dalam negeri.
"Indonesia tidak akan menerapkan atau mempertahankan tindakan apa pun yang mencegah impor AS," tulis dokumen resmi perjanjian tersebut. Pernyataan ini menegaskan posisi Indonesia yang akan tetap terbuka terhadap pasokan bahan bakar nabati dari luar negeri sesuai kesepakatan.
Indonesia juga berencana melaksanakan kebijakan pasokan bahan bakar transportasi dengan campuran bioetanol sebesar 5% atau E5 pada tahun 2028 mendatang. Target ini kemudian akan ditingkatkan menjadi 10% atau E10 pada tahun 2030 sebagai bagian dari program transisi energi nasional.
Pemerintah selanjutnya akan berupaya meningkatkan penggunaan campuran bioetanol dalam bahan bakar transportasi hingga mencapai angka 20% atau E20. Namun, pelaksanaan target E20 tersebut akan tetap mempertimbangkan ketersediaan pasokan global serta kesiapan infrastruktur pendukung di tanah air.
Di sisi lain, pemerintah Indonesia saat ini sebenarnya tengah berusaha keras untuk menggenjot produksi bioetanol dari sumber daya di dalam negeri. Presiden Prabowo Subianto bahkan mendorong wilayah Papua agar menjadi salah satu basis utama produksi bahan baku etanol nasional.
Upaya pengembangan produksi lokal ini diharapkan dapat berjalan beriringan dengan komitmen perdagangan internasional yang telah disepakati. Fokus utama pemerintah adalah menjamin ketersediaan energi yang cukup bagi masyarakat Indonesia dalam jangka panjang.
Perlu diketahui, Bioetanol merupakan bahan bakar alternatif ramah lingkungan yang dihasilkan dari proses fermentasi sumber karbohidrat seperti tebu atau jagung. Penggunaan zat ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil serta menekan tingkat emisi karbon di sektor transportasi.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Christian Andy
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: