Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Lebih dari Satu Abad di Indonesia, Pemerintah Perpanjang Kontrak ExxonMobil hingga 2055

Lebih dari Satu Abad di Indonesia, Pemerintah Perpanjang Kontrak ExxonMobil hingga 2055 Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengumumkan perpanjangan kontrak kerja sama dengan perusahaan minyak raksasa Amerika Serikat, ExxonMobil, hingga tahun 2055.

Kesepakatan ini merupakan bagian dari tindak lanjut perjanjian dagang yang ditandatangani langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump pada 19 Februari lalu di Washington DC.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam konferensi pers yang digelar di Washington DC, Jumat (20/2/2026) waktu setempat, mengungkapkan bahwa ExxonMobil akan menambah investasi sebesar 10 miliar dolar AS untuk pengoperasian jangka panjang di Indonesia.

"Kami juga melaporkan bahwa di sini kita juga melakukan komunikasi terhadap ExxonMobil. ExxonMobil ini salah satu perusahaan minyak Amerika Serikat yang sudah 100 tahun lebih beroperasi di Indonesia dan mereka adalah salah satu penyumbang lifting terbesar selain Pertamina," ujar Bahlil lewat konferensi pers virtualĀ 

Saat ini, produksi minyak dari ExxonMobil tercatat mencapai 170.000 hingga 185.000 barel per hari. Dengan perpanjangan kontrak hingga 2055, pemerintah berharap kontribusi tersebut dapat terus dipertahankan bahkan ditingkatkan.

Namun, Bahlil menegaskan bahwa masih terdapat beberapa hal yang harus diselesaikan sebelum kontrak resmi diperpanjang, termasuk skema pembagian biaya operasional (cost recovery) antara pemerintah dan kontraktor.

"Ada beberapa hal yang harus kita clearkan, termasuk di dalamnya adalah sharing cost recovery antara pendapatan negara dan pendapatan KKS. Sebentar lagi akan selesai," jelasnya.

Menteri Bahlil menambahkan bahwa negosiasi dengan ExxonMobil merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari komunikasi bilateral antara Indonesia dan Amerika Serikat, baik dengan pihak swasta maupun pemerintah AS.

Baca Juga: Pasca Insiden Pesawat Kargo, Pertamina Patra Niaga Siapkan Armada Pengganti untuk Jaga Pasokan BBM

"Ini merupakan bagian yang tak terpisahkan dari komunikasi bilateral kita antara pihak swasta yang ada di sini maupun dengan pemerintah Indonesia, termasuk di dalamnya berkomunikasi dengan pemerintah Amerika Serikat," tandasnya.

Perpanjangan kontrak ExxonMobil ini diharapkan dapat memberikan kepastian investasi dan mendukung target peningkatan produksi minyak nasional di tengah upaya pemerintah mencapai kemandirian energi.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait:

Bagikan Artikel: