Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Anak Usaha BREN Kolab Bareng SLB Kembangkan Proyek Panas Bumi

Anak Usaha BREN Kolab Bareng SLB Kembangkan Proyek Panas Bumi Kredit Foto: BREN
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) mengumumkan bahwa anak usahanya, Star Energy Geothermal, resmi menjalin kolaborasi strategis dengan perusahaan teknologi energi global SLB, untuk pengembangan proyek panas bumi di Indonesia dan mancanegara.

Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan sejumlah perjanjian dan kerangka kolaborasi yang mencakup desain serta perencanaan pengembangan lapangan pada proyek panas bumi Sekincau di Indonesia. 

Selain itu, kedua pihak juga menyusun kerangka kerja untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan merancang peluang panas bumi di masa depan, termasuk di kawasan Amerika Utara, serta menyediakan layanan pengeboran terintegrasi penuh pada tahap pengembangan proyek Sekincau. 

Sebagai salah satu pengembang dan operator panas bumi terkemuka di Indonesia, Star Energy Geothermal memiliki rekam jejak panjang dalam pengelolaan sumber daya panas bumi. Kemitraan ini menjadi babak baru dalam hubungan kedua perusahaan, yang sebelumnya telah terjalin melalui kolaborasi teknologi. 

Kini, sinergi tersebut ditingkatkan ke level perencanaan dan eksekusi proyek, dengan memadukan teknologi, keahlian teknis, serta kapabilitas implementasi SLB untuk mendorong kinerja optimal sepanjang siklus hidup proyek.

Baca Juga: BREN Siapkan Buyback Saham Rp2 Triliun Selama 3 Bulan

Presiden Direktur PT Barito Renewables Energy Tbk sekaligus Group CEO Star Energy Geothermal, Hendra Tan, menegaskan ambisi besar dari kolaborasi ini. “Indonesia memiliki potensi untuk membentuk masa depan energi panas bumi secara global, dan kami melihat peran kami sebagai upaya mengubah potensi tersebut menjadi dampak nyata,” ujarnya.

“Dengan menggabungkan kapabilitas operasional Star Energy Geothermal yang telah teruji dengan kekuatan global SLB dalam aspek subsurface dan eksekusi, kami memposisikan panas bumi tidak hanya sebagai pilar transisi energi Indonesia, tetapi juga sebagai solusi yang dapat diterapkan secara global untuk mempercepat penurunan emisi, meningkatkan ketahanan energi, serta menciptakan nilai berkelanjutan lintas benua," tambahnya.

Melalui kesepakatan ini, SLB menargetkan peningkatan efisiensi pengembangan proyek, penurunan risiko subsurface dan risiko eksekusi, serta memastikan proyek panas bumi dapat terealisasi secara teknis dan komersial. Pendekatan tersebut dinilai krusial untuk mempercepat skala pemanfaatan panas bumi sebagai sumber energi yang stabil dan andal.

Baca Juga: Paradoks Panas Bumi RI: Target Melangit, IRR Masih di Bawah 5%

Sementara itu, Managing Director Indonesia SLB, Nurzhan Ongaltayev, menekankan pentingnya integrasi teknologi dan keahlian. “Teknologi canggih, keahlian teknis yang mendalam, serta kinerja operasional yang disiplin melalui integrasi di seluruh siklus hidup proyek merupakan hal yang esensial untuk meningkatkan skala proyek panas bumi,” ujarnya.

“Perjanjian dan peluang kolaborasi baru ini menghadirkan keahlian konsultasi subsurface SLB serta pengalaman eksekusi global untuk mendukung pengembangan panas bumi bersama operator berpengalaman, mulai dari pelaksanaan proyek di Indonesia hingga evaluasi peluang di luar negeri," tutupnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri

Bagikan Artikel: