Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pemerintah Tarik Utang Rp127 Triliun, Lebih Rendah dari 2025

Pemerintah Tarik Utang Rp127 Triliun, Lebih Rendah dari 2025 Kredit Foto: Cita Auliana

“Perkembangan realisasi pembiayaan ini menunjukkan strategi yang lebih terukur, disesuaikan dengan kebutuhan kas pemerintah serta mempertimbangkan dinamika pasar keuangan,” tuturnya.

Juda menjelaskan, sebagian besar pembiayaan utang masih ditopang oleh pendanaan dari pasar Surat Berharga Negara (SBN). Di tengah tekanan global, kinerja pasar perdana dinilai tetap solid.

Pada tiga lelang pertama tahun 2026, rata-rata bid to cover ratio Surat Utang Negara (SUN) tercatat 2,2 kali, lebih tinggi dibandingkan awal 2025. Sementara itu, untuk Sukuk Negara (SBSN), rasio pada tiga lelang pertama mencapai rata-rata 3,8 kali, meningkat dari 2,2 kali pada periode yang sama tahun lalu.

Baca Juga: Rasio Utang Sentuh 40% PDB, Purbaya: Tambah Utang Demi Hindari Krisis

Selain itu, rata-rata tertimbang yield hasil lelang tetap terjaga. Menurut Juda, kondisi tersebut mencerminkan kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi Indonesia.

“Ke depan, stabilitas pasar SBSN terus dijaga melalui koordinasi kebijakan yang erat antara pemerintah dan Bank Indonesia,” pungkasnya.

Halaman:

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Cita Auliana
Editor: Annisa Nurfitri