Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Danantara Satukan Maskapai BUMN, Pelita Gabung ke Garuda Indonesia (GIAA)

Danantara Satukan Maskapai BUMN, Pelita Gabung ke Garuda Indonesia (GIAA) Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) bersama Badan Pengelola (BP) BUMN terus mematangkan rencana konsolidasi maskapai milik negara. Dalam skema ini, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) akan menjadi holding maskapai BUMN, sementara Pelita Air akan bergabung ke dalam Garuda Indonesia.

Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat daya saing industri penerbangan nasional melalui pengelolaan yang lebih terintegrasi, efisien, dan mampu menjangkau pangsa pasar yang lebih luas.

Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria mengatakan konsolidasi akan membuat Garuda Group memiliki skala usaha yang lebih besar sehingga lebih kompetitif di industri penerbangan.

"Garuda Indonesia akan menjadi holding maskapai kita, sedangkan Pelita akan menjadi bagian dari Garuda Indonesia. Dengan konsolidasi ini, perusahaan akan memiliki kekuatan yang lebih besar untuk bersaing dan memperluas pangsa pasar," ujar Dony dalam keteragan resminya, seperti dikutip Jumat (24/7/2026).

Menurut Dony, bisnis penerbangan membutuhkan pengelolaan yang sangat disiplin karena setiap keputusan operasional dapat langsung memengaruhi kinerja keuangan perusahaan.

"Industri penerbangan harus dikelola secara detail setiap hari, bahkan setiap menit. Ketika pesawat lepas landas, kita sudah bisa menghitung apakah penerbangan tersebut menghasilkan keuntungan atau justru kerugian. Karena itu, setiap rute dan konektivitas harus dianalisis dengan cermat," jelasnya.

Selain menyatukan struktur bisnis, Danantara dan BP BUMN juga menargetkan peningkatan kualitas layanan di seluruh ekosistem Garuda Indonesia. Perbaikan akan dilakukan mulai dari proses sebelum penerbangan (pre-flight), selama penerbangan (in-flight), hingga setelah penerbangan (post-flight).

Baca Juga: Mulai 1 September 2026, Garuda Indonesia Ganti Aturan Bagasi Gratis, Ini Rinciannya

Baca Juga: Prabowo Ungkap BUMN Strategis yang Hampir Dijual, Kini PT PAL hingga Garuda Indonesia Mulai Bangkit

Penguatan layanan tersebut mencakup integrasi sistem penjualan tiket, peningkatan kualitas lounge, kenyamanan kabin, standar pelayanan awak pesawat, kualitas katering, pengembangan program loyalitas pelanggan, hingga peningkatan kompetensi sumber daya manusia.

"Melalui konsolidasi ini, Garuda Indonesia diharapkan mampu menghadirkan layanan yang lebih baik bagi penumpang sekaligus memperkuat posisinya sebagai maskapai nasional yang mampu bersaing di pasar domestik maupun regional," tutup Donny.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Dian Ihsan
Editor: Annisa Nurfitri