Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat 86 poin ke level Rp16.802 pada perdagangan sore ini, Senin (23/2/2026).
Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi menilai penguatan mata uang Garuda dipengaruhi kondisi kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang tercatat defisit sebesar Rp54,6 triliun per akhir Januari 2026.
“Defisit tersebut setara dengan 0,21% dari produk domestik bruto (PDB),” ujarnya kepada wartawan.
Baca Juga: Dibayangi Ketidakpastian Tarif, Begini Arah Nilai Tukar Rupiah Hari Ini (23/2)
Ia menjelaskan, defisit terjadi karena realisasi belanja negara lebih besar dibandingkan pendapatan negara. Hingga Januari 2026, pendapatan negara tercatat mencapai Rp172,7 triliun atau setara 5,5% dari target pendapatan negara sepanjang 2026 sebesar Rp3.153,6 triliun.
Sementara itu, belanja negara telah mencapai Rp227,3 triliun per Januari 2026 atau setara 5,9% dari target belanja negara tahun ini sebesar Rp3.842,7 triliun.
“Artinya, belanja negara masih lebih besar dibandingkan pendapatan negara. Oleh sebab itu, defisit APBN mencapai Rp54,6 triliun atau setara 0,21% dari PDB. Angka ini masih sangat terkendali dan berada dalam koridor desain APBN 2026,” jelas Ibrahim.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: