Fadli Zon Dorong Benteng Marlborough Jadi Motor Ekonomi Kreatif dan Pusat Budaya Bengkulu
Kredit Foto: Kementerian Kebudayaan
Upaya menjadikan kebudayaan sebagai motor pembangunan daerah kembali ditegaskan pemerintah pusat. Kali ini, sorotan diarahkan pada potensi sejarah dan budaya yang dimiliki Bengkulu.
Fadli Zon menilai penguatan sektor budaya dapat menjadi fondasi pembangunan berkelanjutan, terutama melalui pengembangan ekonomi kreatif. Dalam kunjungan kerjanya, ia melihat peluang besar untuk mengoptimalkan aset bersejarah yang dimiliki daerah tersebut.
Salah satu yang disoroti adalah Benteng Marlborough, benteng peninggalan kolonial Inggris yang berdiri kokoh menghadap Samudra Hindia. Kawasan ini dinilai memiliki nilai historis dan visual yang kuat untuk dikembangkan sebagai pusat kebudayaan.
“Kondisi benteng ini masih sangat terawat dan memiliki pemandangan yang sangat indah menghadap ke laut. Dengan berbagai peristiwa sejarah penting yang dimilikinya, kawasan ini sangat potensial dimanfaatkan sebagai pusat edukasi, pusat budaya, serta ruang aktivasi untuk pameran seni rupa, seni pertunjukan, dan berbagai kegiatan kreatif lainnya,” ujar Fadli dikutip dari ANTARA, Kamis (26/2/2026)
Benteng tersebut dibangun pada 1714–1719 oleh East India Company di bawah kepemimpinan Joseph Collett. Pada masanya, Bengkulu sempat menjadi pusat pemerintahan Inggris sebelum akhirnya berada di bawah kekuasaan Belanda hingga 1940.
Jejak sejarah itu termasuk dinamika pertukaran wilayah antara Inggris dan Belanda yang melibatkan Bengkulu, Singapura, dan Melaka. Narasi tersebut dinilai memiliki daya tarik kuat untuk dikembangkan sebagai wisata sejarah berbasis edukasi.
Fadli menekankan bahwa pengelolaan situs bersejarah perlu disertai aktivasi ruang publik yang produktif. Ruang-ruang di dalam benteng dapat difungsikan untuk seni pertunjukan, pemutaran film, pameran seni rupa, hingga diskusi sastra.
Pengembangan kawasan budaya juga dinilai perlu dibarengi dengan penyelenggaraan festival yang konsisten. Kegiatan tersebut diharapkan melibatkan generasi muda sebagai pelaku sekaligus penggerak ekosistem kreatif.
“Tak hanya event, diperlukan juga promosi yang masif dan terukur guna mempromosikan kekayaan budaya Bengkulu. Dengan begitu, akan semakin banyak masyarakat yang datang ke sini,” tambahnya.
Promosi dinilai menjadi kunci agar potensi lokal dapat dikenal secara nasional maupun internasional.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: