Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Siaga Perang, China Pantau Terus Negosiasi Iran dan Amerika Serikat (AS)

Siaga Perang, China Pantau Terus Negosiasi Iran dan Amerika Serikat (AS) Kredit Foto: Reuters/Thomas Peter
Warta Ekonomi, Jakarta -

China memantau ketat perkembangan situasi terkait negosiasi pengembangan nuklir antara Iran dan Amerika Serikat (AS). Pihaknya mewaspadai terjadinya eskalasi di Timur Tengah.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning mengatakan pihaknya secara konsisten mendorong penyelesaian masalah melalui jalur politik dan diplomatik termasuk untuk Iran dan Amerika Serikat.

Baca Juga: Iran Terancam, Negosiasi Terbaru Bikin Amerika Serikat (AS) Kecewa

“China selalu menentang penggunaan atau ancaman penggunaan kekuatan dalam hubungan internasional. Kami berharap semua pihak menjunjung tinggi perdamaian, menahan diri dan menyelesaikan perbedaan melalui dialog,” ujar Mao, dikutip dari Xinhua.

China dan Iran memiliki hubungan persahabatan tradisional yang telah berlangsung lama. Beijing mendukung negara tersebut untuk menjaga stabilitas nasional serta hak dan kepentingan sahnya.

“China bersedia terus memainkan perannya sebagai negara besar yang bertanggung jawab,” tambahnya.

Diketahui, Amerika Serikat dan Iran kembali menggelar perundingan tidak langsung selama berjam-jam di Jenewa, Swiss. 

Utusan Gedung Putih seperti Jared Kushner dan Steve Witkoff dilaporkan merasa kecewa terhadap sikap delegasi dari Iran. Meski disebut mengalami kemajuan signifikan, tidak ada kesepakatan final yang diumumkan.

Iran dilaporkan tetap bertekad melanjutkan pengayaan uranium, menolak pemindahan stok uranium ke luar negeri, serta menuntut pencabutan sanksi internasional. Sikap ini dinilai belum sejalan dengan tuntutan dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Washington juga mendorong agar negosiasi mencakup isu tambahan seperti program rudal balistik jarak jauh dan dukungan negara tersebut terhadap kelompok bersenjata di Timur Tengah.

Amerika Serikat di tengah kebutuna tersebut juga telah mengerahkan armada kapal induk dan pesawat tempur ke kawasan sekitar dari Iran. Opsi militer disebut tetap terbuka jika diplomasi gagal menghasilkan kesepakatan.

Baca Juga: Diungkap Mediator, Beginilah Hasil Negosiasi Terbaru Iran dan Amerika Serikat (AS)

Iran menolak perluasan agenda pembahasan dan menegaskan haknya untuk melakukan pengayaan uranium untuk tujuan damai. Teheran juga memperingatkan bahwa pangkalan militer negara tersebut dalam kawasan akan menjadi target sah apabila terjadi serangan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Bagikan Artikel: