Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pemerintah Luncurkan Pelatihan Vokasi Nasional 2026, Sasar Lulusan SMA dan SMK

Pemerintah Luncurkan Pelatihan Vokasi Nasional 2026, Sasar Lulusan SMA dan SMK Kredit Foto: Dwi Aditya Putra
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah meluncurkan Program Pelatihan Vokasi Nasional 2026 yang menyasar lulusan SMA dan SMK dalam tiga tahun terakhir. Program tahap pertama (batch 1) akan dibuka untuk 20.000 peserta tanpa dipungut biaya alias gratis.

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli menyampaikan program ini menjadi alternatif selain skema magang nasional yang selama ini lebih banyak ditujukan bagi lulusan perguruan tinggi.

 "Jadi selain ada program magang nasional untuk lulusan perguruan tinggi, kita juga memberikan alternatif program untuk lulusan SMA dan SMK," kata Yassierli dalam konferensi pers di Kantornya, Jakarta, Jumat (27/2/2026).

Baca Juga: Menaker Bakal Temui Preabowo Bahas soal THR dan BHR

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menambahkan, pelatihan vokasi ini diselenggarakan pemerintah dengan fokus pada pengembangan hard skill dan soft skill, termasuk disiplin, etos kerja, serta produktivitas. 

Program tersebut juga dirancang berbasis konsep link and match antara kurikulum pelatihan dan kebutuhan dunia usaha maupun industri.

"Pemerintah menginisiasi program ini baik untuk level hard skill maupun soft skill dan sejalan dengan arah kebijakan pemerintah untuk mewujudkan SDM unggul emas di tahun 2045 nanti," jelas dia.

Berdasarkan catatan Airlangga, jumlah lulusan SMA/SMK pada 2024–2025 mencapai 3,28 juta orang. Dari total tenaga kerja nasional sekitar 148 juta orang, lulusan SMA berkontribusi sekitar 20% atau 31,05 juta pekerja, sementara lulusan SMK mencapai 20,8 juta pekerja atau 14%. 

 "Sehingga yang kita kejar di sini adalah 35%. Dari 35% ini yang ditargetkan oleh Kementerian Tenaga Kerja untuk di-reskilling dan upskilling," terang dia.

Baca Juga: Kemnaker dan Shopee Dorong Ekonomi Digital lewat Pelatihan Affiliate

Program ini, lanjut Airlangga, akan menyediakan berbagai fasilitas bagi peserta, termasuk bantuan transportasi, iuran jaminan kecelakaan kerja (JKK) dan jaminan kematian (JKM), serta sertifikasi kompetensi berbasis standar Badan Nasional Sertifikasi Profesi. Pada pelatihan tertentu juga tersedia asrama bagi peserta dari luar daerah.

"Targetnya ada III batch, per batch ada 20.000, dan dilaksanakan di 33 unit pelaksana teknis balai pelatihan vokasi dan produktivitas," jelas Airlangga.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Annisa Nurfitri

Bagikan Artikel: