Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

IAEA: Korea Utara Diam-diam Sukses Dongkrak Kapasitas Senjata Nuklir

IAEA: Korea Utara Diam-diam Sukses Dongkrak Kapasitas Senjata Nuklir Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

International Atomic Energy Agency (IAEA) menyoroti Korea Utara. Menurutnya negara tersebut telah membuat kemajuan “sangat serius” dalam kemampuan memproduksi senjata nuklir. Hal ini berpotensi meningkatkan ketegangan di Semenanjung Korea.

Direktur Jenderal International Atomic Energy Agency, Rafael Grossi menyebut peningkatan aktivitas signifikan terdeteksi dalam kompleks nuklir utama dari Yongbyon.

Baca Juga: Kim Jong Un: Korea Utara Akan Operasikan Dua Kapal Perang Baru Setiap Tahunnya

IAEA mencatat peningkatan cepat pada sejumlah fasilitas penting, termasuk reaktor lima megawatt, unit pemrosesan ulang plutonium, reaktor air ringan dan fasilitas pendukung lainnya. Aktivitas ini menunjukkan percepatan produksi material nuklir.

Grossi juga mengungkap adanya indikasi pembangunan fasilitas baru untuk pengayaan uranium.Fasilitas tersebut memiliki kemiripan dengan pusat pengayaan di Yongbyon. Selain itu, ia juga memiliki kemiripan dengan situs nuklir di Kangson. Hal ini menandakan ekspansi kapasitas produksi bahan bakar nuklir.

Pengayaan uranium dinilai sebagai jalur yang lebih efektif untuk menghasilkan material senjata, dibandingkan hanya mengandalkan plutonium dari reaktor. Korea Utara melalui jalur tersebut dapat meningkatkan jumlah hulu ledak hingga mempercepat produksi senjata nuklir.

Korea Utara diperkirakan saat ini memiliki puluhan hulu ledak nuklir. Indikasi ini didukung oleh operasi reaktor air ringan dan aktivasi berbagai fasilitas nuklir tambahan

Grossi memperingatkan bahwa pengembangan senjata nuklir tidak akan meningkatkan keamanan suatu negara. Sebaliknya, hal tersebut berpotensi memicu proliferasi nuklir global.

“Langkah menuju senjata nuklir justru dapat memperburuk risiko keamanan,” ujarnya.

Sebelumnya, Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un dilaporkan langsung menyaksikan uji coba tersebut bersama pejabat pertahanan dan komandan angkatan laut.

Dalam uji coba tersebut, dua rudal jelajah strategis diluncurkan bersama dengan penembakan tiga rudal anti-kapal. Pengujian itu bertujuan untuk memeriksa sistem komando senjata terintegrasi, melatih awak kapal dalam prosedur peluncuran hingga menguji akurasi dan ketahanan sistem navigasi terhadap gangguan eksternal.

Korea Utara menyebut rudal tersebut berhasil mencapai target dengan akurasi ultra-presisi. Rudal jelajah dilaporkan terbang selama sekitar 7.869 hingga 7.920 detik. Sementara rudal anti-kapal dilaporkan terbang 1.960 hingga 1.973 detik. Uji coba dilakukan di perairan lepas pantai barat dari Pyongyang.

Kim juga menerima laporan terkait pembangunan dua kapal perusak tambahan dan pengembangan kapal generasi berikutnya. Hal ini menandakan negara tersebut tengah mempersiapkan kapal ketiga dan keempat dari Choe Hyon.

Baca Juga: Wapresnya Trump: Iran Belum Percaya Komitmen Negosiasi Amerika Serikat

Ia menegaskan bahwa penguatan kemampuan nuklir tetap menjadi prioritas utama. Kim juga menyerukan peningkatan kemampuan serangan strategis dan taktis dan lesiapan respons cepat militer dari Korea Utara.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Advertisement