Kredit Foto: Antara/Galih Pradipta
Meski ADMR merupakan entitas swasta dalam Grup Adaro, proyek smelter aluminium yang dikembangkan dinilai sejalan dengan visi Danantara dalam mendorong kemandirian industri nasional. Proyek tersebut diproyeksikan dapat memangkas impor aluminium hingga 50 persen dan menjadi salah satu pilar hilirisasi pemerintah.
Untuk AKRA, permintaan dari sektor pertambangan emas dan tembaga diperkirakan tetap meningkat. Dengan harga emas dan tembaga yang bertahan tinggi, aktivitas pertambangan di kawasan Indonesia Timur diproyeksikan tetap masif, sehingga menopang pertumbuhan volume penjualan BBM industri AKRA pada 2026.
“Paling kalau menurut saya, saran untuk para investor adalah mencermati emiten-emiten dengan kinerja fundamental yang solid serta memiliki prospek positif ke depan,” kata Nafan.
Baca Juga: Pasar Global Libur, Kripto Jadi Sasaran Trader Lindungi Aset di Tengah Perang AS-Iran
Investor juga diminta memperhatikan perkembangan geopolitik global, khususnya dinamika hubungan Amerika Serikat dan Iran. Apabila perundingan kedua negara mengarah pada gencatan senjata atau meredanya konflik, pasar berpeluang mengalami trend reversal yang dapat menjadi momentum penguatan harga saham.
“Jadi ini tentunya kita bisa mencermati saham-saham dengan potensi trend reversal. Dan tentunya jangan lupa menerapkan prinsip risk management dan disiplin,” pungkasnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Disclaimer: Keputusan untuk melakukan aksi jual atau beli saham sepenuhnya ada di tangan pembaca. Segala risiko kerugian dari setiap keputusan investasi yang diambil menjadi tanggung jawab pembaca.
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Annisa Nurfitri