- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
Sempat Dibuka Hijau, IHSG Langsung Balik Arah ke Zona Merah Akibat Tekanan Rupiah dan Sentimen Global
Kredit Foto: Muhammad Adimaja
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona merah pada perdagangan Jumat (5/6/2026). Berdasarkan data RTI Business hingga pukul 09.01 WIB, IHSG berada di level 5.822,04 atau turun 17,75 poin setara 0,30% dari penutupan sebelumnya.
Pada awal perdagangan, IHSG sempat dibuka di level 5.846,49 dan sempat menyentuh posisi tertinggi 5.855,08 sebelum berbalik melemah hingga menyentuh level terendah 5.818,43.
Aktivitas perdagangan pagi ini mencatat volume transaksi mencapai 934,81 juta saham dengan nilai transaksi Rp943,73 miliar dari 77.026 kali transaksi. Sebanyak 181 saham menguat, 226 saham melemah, dan 208 saham bergerak stagnan.
Senior Technical AnalystMirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta, mengatakan secara teknikal, setelah membentuk pola hammer candle, IHSG berpeluang mengalami limited downside. Hal tersebut mengingat bahwa RSI mengindikasikan kondisi extremely oversold meskipun fase downtrend masih terjadi.
"Sementara itu, Stochastics K_D menunjukkan sinyal positif meskupun volume menurun," kata Nafan dalam analisisnya.
Nafan menyebut para pelaku pasar masih mencerna efek lanjutan dari memburuknya persepsi risiko domestik setelah muncul tekanan terhadap instrumen investasi nasional dan meningkatnya kehati-hatian investor asing.
Dalam beberapa sesi terakhir terlihat arus keluar dana asing sebesar Rp1,43 triliun. Bahkan nilai tukar rupiah berada dalam tekanan berat hingga menembus level psikologis baru di kisaran Rp18.049 per dolar AS sehingga memicu kekhawatiran serius terkait stabilitas pasar keuangan domestik. D
"Dengan demikian, kekhawatiran terhadap pelemahan rupiah, stabilitas kebijakan, dan perpindahan dana ke aset yang dianggap lebih defensif masih menjadi faktor yang membuat investor belum agresif masuk kembali ke saham," kata dia.
Baca Juga: IHSG Sudah Jatuh 32%, Bos BEI Minta Investor Rasional!
Baca Juga: IHSG Turun 1,70% di Akhir Perdagangan Dana Rp262 Triliun Menguap
Sementara itu, para pelaku investor menanti pengumuman MSCI terkait klasifikasi pasar untuk Indonesia, yang diperkirakan akan dirilis pada 18 Juni 2026, dimana akan menentukan apakah Indonesia tetap berada di emerging market atau turun kelas ke frontier market.
Kemudian, para pelaku investor juga mengantisipasi sentimen jangka pendek dari realisasi rebalancing indeks global seperti FTSE Russell yang akan efektif pada 22 Juni 2026, turut mempengaruhi pergerakan dana pasif asing yang langsung menyesuaikan portfolio.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: