Kredit Foto: Ist
CEO PT Lima Sekawan Indonesia (Hive Five) Sabar L. Tobing meraih penghargaan Best Paper Award dalam ajang IRAJ International Conference yang diselenggarakan oleh International Institute of Research and Journals (IRAJ).
Penghargaan ini diberikan atas kontribusinya dalam kajian administrasi perpajakan digital di tengah percepatan transformasi sistem pajak berbasis teknologi.
"Digitalisasi pajak bukan sekadar soal modernisasi sistem atau otomatisasi proses administrasi. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana sistem tersebut mampu membangun kepercayaan, menghadirkan akuntabilitas, serta menciptakan kepastian dan rasa aman bagi dunia usaha," kata Sabar dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin, 2 Maret 2026.
"Transformasi digital harus berjalan beriringan dengan penguatan tata kelola dan respons institusional. Tanpa itu, teknologi justru bisa menimbulkan kekhawatiran baru, terutama terkait transparansi dan pengelolaan data,” ujarnya menambahkan.
Makalah yang mengantarkannya meraih penghargaan berjudul “Digital Tax Administration Quality, Accountability, and Corporate Compliance Intention: The Moderating Role of Transparency Concern”.
Penelitian tersebut mengkaji pengaruh kualitas layanan administrasi pajak digital, persepsi keadilan, serta akuntabilitas terhadap niat kepatuhan pajak perusahaan, dengan menempatkan kekhawatiran terhadap transparansi sebagai variabel moderasi.
Studi dilakukan terhadap 412 responden dari perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM).
Hasilnya menunjukkan bahwa kualitas layanan digital dan akuntabilitas institusional menjadi faktor paling dominan dalam mendorong niat kepatuhan pajak perusahaan.
Penelitian juga menemukan bahwa kekhawatiran terhadap transparansi memiliki efek ganda. Di satu sisi, faktor tersebut berdampak negatif secara langsung terhadap niat kepatuhan.
Namun di sisi lain, kekhawatiran tersebut justru memperkuat pengaruh akuntabilitas dalam meningkatkan kepatuhan.
Menurut Sabar, temuan tersebut menunjukkan bahwa transformasi pajak digital memerlukan keseimbangan antara performa teknologi dan pendekatan institusional yang adaptif.
Ia menilai, dalam konteks negara berkembang seperti Indonesia, faktor kepercayaan terhadap otoritas dan kualitas interaksi layanan menjadi elemen penting dalam memastikan keberhasilan kebijakan berbasis digital.
Penghargaan Best Paper Award pada konferensi internasional tersebut diberikan kepada karya ilmiah yang dinilai unggul dari aspek orisinalitas, metodologi, serta dampak teoretis dan praktis.
Prestasi ini sekaligus memperkuat kontribusi pemimpin korporasi Indonesia dalam diskursus global mengenai tata kelola pajak digital dan perilaku kepatuhan perusahaan di era transformasi teknologi.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Ferry Hidayat