Begini Kata Netanyahu Soal Durasi Perang Amerika Serikat-Israel Melawan Iran
Kredit Foto: Wafiyyah Amalyris K
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menepis keraguan soal perang dari Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran. Pihaknya mengaskan perang tersebut tak akan berlarut-larut hingga bertahun-tahun.
Dikutip dari Fox News, Netanyahu menolak anggapan bahwa konflik tersebut akan menjadi perang panjang seperti sejumlah konflik sebelumnya di Timur Tengah.
Baca Juga: Demo Bela Iran, Marinir Amerika Serikat (AS) Tembak Pengunjuk Rasa di Pakistan
“Saya mengatakan ini bisa berlangsung cepat dan menentukan. Mungkin membutuhkan waktu, tetapi tidak akan berlangsung bertahun-tahun. Ini bukan perang tanpa akhir,” kata Netanyahu.
Menurutnya, operasi militer yang dilakukannya justru dapat membuka peluang bagi terciptanya stabilitas baru di Timur Tengah.
Netanyahu bahkan menilai konflik tersebut berpotensi menciptakan momentum menuju perdamaian jangka panjang, termasuk kemungkinan normalisasi hubungan antara Israel dan Arab Saudi.
Selain itu, ia juga menilai situasi saat ini dapat membuka peluang perubahan politik di Iran. Netanyahu mengatakan bahwa tekanan militer yang diberikan olehnya dapat menciptakan kondisi bagi rakyat negara tersebut untuk mengganti pemerintahan mereka sendiri.
“Pada akhirnya tentu rakyat Iran yang akan menentukan perubahan pemerintahan. Namun Amerika dan Israel bersama-sama menciptakan kondisi agar hal itu bisa terjadi,” ujarnya.
Sebelumnya, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara terhadap Iran. Serangannya menargetkan fasilitas militer dan nuklir dan dilaporkan menewaskan sejumlah pejabat tinggi, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
Iran kemudian merespons dengan meluncurkan serangan rudal ke Israel. Ia juga meluncurkan serangan ke beberapa negara yang menampung pangkalan militer dari Amerika Serikat.
Adapun Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya memperkirakan operasi militer dapat berlangsung sekitar empat hingga lima minggu, meskipun ia juga menyatakan konflik tersebut bisa berlangsung lebih lama jika tujuan militer belum tercapai.
Sejak konflik dimulai, tujuan operasi militer ini juga disebut mengalami perubahan. Trump pada awalnya sempat menyerukan penggulingan pemerintahan dari Iran.
Baca Juga: Tidak Ada Kejelasan Waktu, Trump Sebut Operasi Amerika Serikat (AS) Akan Panjang di Iran
Namun dalam pernyataan terbaru, ia menegaskan tujuan utama operasi tersebut adalah mencegah pengembangan senjata nuklir dan membatasi program rudal balistik jarak jauh dari Iran.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: