Kredit Foto: Dok. Kemen PPPA
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, mendorong semangat perjuangan R.A. Kartini untuk tetap bergema di era digital yang penuh tantangan.
Ia menekankan bahwa perempuan tidak boleh berhenti sebagai penikmat teknologi, melainkan harus tampil sebagai pencipta yang menghadirkan ruang digital sehat, aman, dan inklusif.
Di balik peluang besar kemajuan teknologi, Arifah mengingatkan adanya ancaman baru berupa kekerasan berbasis gender online (KBGO), pelecehan di media sosial, penyebaran konten intim tanpa persetujuan, cyber bullying, hingga eksploitasi digital terhadap perempuan dan anak.
Hal tersebut disampaikan Arifah dalam kegiatan Majelis Nyala Purnama yang mengangkat tema “Menghidupkan Kartini di Era Digital” di Makara Art Center UI, Depok, pada Senin (11/05/2026).
"R.A. Kartini adalah sosok pemberani dalam bersuara, berpikir kritis, dan memperjuangkan kemanusiaan di tengah keterbatasan akses pendidikan saat itu. Namun, tantangan kita saat ini berbeda, yaitu kehadiran teknologi yang bergerak sangat cepat dan tak terbatas. Maka, kita harus bergerak bersama dalam memastikan perempuan bukan hanya menjadi pengguna, melainkan sebagai pencipta dan agen perubahan di dunia digital," ujarnya, dikutip dari siaran pers Kementerian PPPA, Rabu (13/5).
Lebih lanjut, di era digital yang serba cepat, Menteri PPPA mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memastikan cahaya perjuangan yang telah dinyalakan R.A. Kartini tetap hidup di ruang-ruang digital. Teknologi harus dimanfaatkan secara positif sebagai proses dalam bekerja, cara berkeluarga, berinteraksi, hingga membentuk identitas diri yang kuat.
"R.A. Kartini telah menyalakan cahaya seabad yang lalu. Tugas kita sekarang adalah memastikan cahaya itu tetap hidup dan menyala di ruang digital. Mari kita bersama-sama menjadikan teknologi sebagai alat untuk membawa perubahan positif bagi kemajuan perempuan Indonesia," kata Menteri PPPA.
Menteri PPPA menambahkan Kemen PPPA melalui setiap program dan kebijakan tidak berhenti mendorong seluruh pihak, termasuk keluarga, institusi pendidikan, komunitas, dan penyelenggara sistem digital untuk bersama-sama menciptakan ruang digital yang aman dan inklusif bagi perempuan dan anak.
Baca Juga: PNM Dorong Perempuan Desa Naik Kelas Lewat Klasterisasi Buah Pala
Baca Juga: NTT Darurat TPPO, Veronica Tan Ingatkan Perempuan Jangan Tergiur Uang Cepat
Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum Komoenitas Makara, Fitra Manan menyebutkan perempuan masa kini telah memiliki literasi dan keberdayaan yang kuat di ranah digital. Menurut Fitra, kemudahan akses informasi harus menjadi peluang positif bagi perempuan untuk meningkatkan kapasitas diri.
"Seperti yang kita tahu, perempuan saat ini mampu berdaya dalam kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan digital. Karena itu, kesempatan ini akan menjadi sangat baik bila kita melakukan kegiatan yang positif untuk mewujudkan kesetaraan dan lain sebagainya. Semoga melalui acara pada hari ini kita bisa membawa pulang nilai-nilai positif yang bisa diterapkan dalam kehidupan kita nanti,” tutup Fitra.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya