Premi Asuransi Mobil Global Diproyeksi Tembus US$2,86 Triliun pada 2031
Kredit Foto: Istimewa
CoinLaw melaporkan premi asuransi kendaraan bermotor global diperkirakan terus meningkat dalam lima tahun ke depan, ditopang permintaan yang stabil dan kenaikan harga.
Melansir Insurance News pada Selasa (3/3/2026), pasar asuransi mobil global diproyeksikan mencapai US$2,13 triliun pada 2026 atau sekitar Rp35,9 kuadriliun. Nilai tersebut diperkirakan tumbuh menjadi US$2,86 triliun atau sekitar Rp48,21 kuadriliun pada 2031, mencerminkan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (compound annual growth rate/CAGR) sebesar 6,05% sepanjang periode proyeksi.
Sementara itu, pasar asuransi kendaraan bermotor global tercatat bernilai US$976,1 miliar pada 2025 dan diperkirakan berkembang menjadi US$1,75 triliun pada 2034, dengan pertumbuhan CAGR 6,70% mulai 2026.
Survei tersebut juga menunjukkan transformasi digital menjadi salah satu faktor yang memengaruhi struktur industri. Perusahaan asuransi meningkatkan penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam proses underwriting dan klaim guna mempercepat analisis risiko serta meningkatkan efisiensi operasional.
Baca Juga: Perang AS-Iran Buat Selat Hormuz Ditutup, Kinerja Industri Asuransi Bakal Tertekan
Baca Juga: Asuransi Komersial Global Diproyeksi Tembus US$1,68 T
Baca Juga: OJK Bongkar Alasan Asuransi Syariah Harus Spin Off
Pendapatan global AI di sektor asuransi diperkirakan mencapai US$26,3 miliar atau sekitar Rp443,37 triliun pada 2026 dan diproyeksikan melonjak menjadi US$114,52 miliar pada 2031. Angka tersebut mencerminkan CAGR sebesar 34,2%.
Sejumlah perusahaan asuransi saat ini tengah menguji penerapan AI dalam alur kerja underwriting dan klaim. Teknologi tersebut diperkirakan mampu menangani 60% hingga 80% kontak awal pelanggan terkait klaim.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: