Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

IHSG Anjlok 4,32% ke 7.596 pada Akhir Sesi Pertama, 713 Saham Kebakaran!

IHSG Anjlok 4,32% ke 7.596 pada Akhir Sesi Pertama, 713 Saham Kebakaran! Kredit Foto: Annisa Nurfitri
Warta Ekonomi, Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih mencetak rapor merah pada akhir sesi pertama perdagangan Rabu, 4 Maret 2026. Berdasarkan data RTI, IHSG anjlok 343,19 poin atau -4,32% ke level 7.596,57.

Perlu diketahui bahwa pada perdagangan pagi tadi IHSG sempat turun lebih dalam ke 7.584,85. Sementara posisi tertingginya berada di 7.897,81.

Pergerakan saham pada siang hari ini didominasi tren negatif. Sebanyak 713 saham bergerak turun, hanya 63 saham yang bergerak naik dan 37 saham tidak bergerak. 

Seluruh sektor memerah, bahan baku memimpin dengan pelemahan -8,03%. Diikuti sektor transportasi -6,8%, barang konsumen non primer -5,6%, infrastruktur -5,07%.

Di posisi berikutnya sektor energi ambles -4,82%, industrial -4,46%, barang konsumen primer -3,62%, properti -3,34%, keuangan -2,97%, teknologi -2,06%, dan kesehatan -2,22%.

Baca Juga: IHSG Turun 4%, BEI Ungkap Dampak Eskalasi Geopolitik di Timur Tengah

Hingga pertengahan hari ini, IHSG sudah membukukan nilai transaksi Rp18,1 triliun. Hal itu diperoleh dari adanya perdagangan 35,07 miliar lembar saham dengan frekuensi 2.123.098 kali. 

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) memimpin posisi saham top losers dengan koreksi -14,91% ke Rp1.370. Disusul PT Arthavest Tbk (ARTA) yang ambruk -14,81% ke Rp3.280 dan PT Royalindo Investa Wijaya Tbk (INDO) yang merosot -14,78% ke Rp196. 

Jajaran top gainers diisi PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) yang meroket 24,59% ke Rp1.140, PT Ifishdeco Tbk (IFSH) yang menanjak 22,69% ke Rp3.190 dan PT Bank Multiarta Sentosa Tbk (MASB) yang melesat 22,62% ke Rp3.740.

Sentimen global menjadi salah satu pemberat utama IHSG hari ini. Pelaku pasar masih mencermati perkembangan konflik geopolitik antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel yang berpotensi memicu ketidakstabilan energi global.

Baca Juga: IHSG Ambruk 4%, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Dinilai Jadi Pemicunya

Situasi memanas setelah perang antara AS dan Israel melawan Iran mengganggu jalur strategis Selat Hormuz—rute, vital yang mengalirkan sekitar seperlima konsumsi minyak dunia serta sejumlah besar gas.

Pengiriman energi melalui selat tersebut dilaporkan nyaris terhenti akibat pertempuran yang berkecamuk. Iran bahkan menyatakan jalur itu tertutup dan mengancam akan menyerang kapal-kapal yang melintas.

Setidaknya lima kapal tanker dilaporkan rusak, dua personel tewas, dan sekitar 150 kapal terdampar di sekitar selat yang memisahkan Iran dan Oman.

Di tengah situasi tersebut, Presiden AS Donald Trump menyampaikan langkah mitigasi dengan menawarkan jaminan asuransi serta pengawalan angkatan laut bagi kapal tanker minyak dan kapal lain yang melintasi Selat Hormuz.

Kebijakan ini diklaim untuk mencegah krisis energi global dan memastikan distribusi tetap berjalan, sehingga tekanan inflasi akibat lonjakan harga energi dapat lebih terkendali.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri

Bagikan Artikel: