Trump Bidik Kuba, Havana Rupanya Telah Diserbu Beragam 'Gula-gula' dari AS
Kredit Foto: Istimewa
Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengungkap sejumlah tawaran bantuan yang sebelumnya telah diajukan kepada pemerintah Kuba di tengah krisis ekonomi dan energi yang melanda negara tersebut.
Kementerian Luar Negeri AS menyebut Menteri Luar Negeri Marco Rubio telah menyampaikan sejumlah tawaran secara tertutup kepada pemerintah Kuba.
Baca Juga: AS Siap Gelontorkan Dana Lebih Rp1,6 Triliun Demi 'Runtuhkan' Sistem Komunisme di Kuba
Salah satu tawaran tersebut berupa penyediaan layanan internet satelit gratis berkecepatan tinggi bagi masyarakat Kuba.
Selain itu, AS juga menawarkan bantuan kemanusiaan tambahan sebesar 100 juta dolar AS atau sekitar Rp1,6 triliun yang diklaim akan disalurkan langsung kepada rakyat Kuba.
“Hari ini, kementerian luar negeri secara terbuka kembali menegaskan tawaran murah hati AS untuk memberikan tambahan bantuan kemanusiaan langsung sebesar USD 100 juta kepada rakyat Kuba,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri AS Tommy Pigott.
Menurut pemerintah AS, bantuan itu akan disalurkan melalui Gereja Katolik dan organisasi kemanusiaan independen terpercaya lainnya, bukan melalui institusi negara Kuba.
Pemerintah AS mengklaim otoritas Kuba sebelumnya menolak mengizinkan bantuan tersebut masuk ke negara itu. Washington sendiri mendesak reformasi sistem komunis di negara tersebut.
“Keputusan berada di tangan rezim Kuba untuk menerima tawaran bantuan kami atau menolak bantuan penting yang dapat menyelamatkan nyawa,” ujar Pigott.
Namun, Menteri Luar Negeri Kuba Bruno Rodriguez Parrilla membantah adanya tawaran bantuan tersebut. Lewat akun X miliknya, ia menyebut klaim bantuan 100 juta dolar AS dari AS sebagai “dongeng dan kebohongan”.
Kuba saat ini tengah menghadapi krisis bahan bakar serta pemadaman listrik besar-besaran di tengah embargo minyak AS yang diberlakukan sejak Januari 2026.
Baca Juga: Begini Cara Kapal Jepang Bisa Lolos Melintasi Selat Hormuz di Tengah Perang Iran-Amerika Serikat
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump juga terus melontarkan pernyataan keras terhadap Kuba, termasuk menyebut negara tersebut sebagai “target berikutnya” setelah operasi militer terhadap Iran.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: