Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

'Tak Mengalir Sepeser Pun,' Amerika Ogah Kucurkan Uang Demi Berdamai dengan Iran

'Tak Mengalir Sepeser Pun,' Amerika Ogah Kucurkan Uang Demi Berdamai dengan Iran Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim negaranya tidak mengeluarkan uang sepeser pun untuk mencapai kesepakatan damai dengan Iran. Pernyataan itu disampaikan Trump di tengah beredarnya laporan yang menyebut Washington memberikan imbalan finansial kepada Teheran dalam memorandum of understanding (MoU) yang akan segera dirilis.

Trump membantah keras kabar tersebut dan menyebutnya sebagai kabar palsu. Ia menegaskan dirinya tidak akan mengulangi pendekatan Mantan Presiden AS Barack Obama dalam menangani persoalan Iran, khususnya terkait program nuklir negara tersebut.

Baca Juga: 'Era Baru di Timur Tengah,' Ini Fakta hingga Detail Kesepakatan Iran-Amerika yang Mengubah Kawasan

"Kita bisa berbicara soal kesepakatan Iran sepanjang hari, dan kami tidak menginvestasikan uang apa pun. Kami punya hak jika ingin melakukannya, tetapi kami tidak menginvestasikan uang apa pun," kata Trump, dikutip Rabu (17/6).

Menurut Trump, pemerintahan Obama justru mengeluarkan dana dalam jumlah besar untuk mencapai kesepakatan dengan Teheran.

"Kami tidak membayarnya seperti yang dilakukan Obama. Dia membayar miliaran dolar. Dia mengirimkan 1,7 miliar dolar AS dengan pesawat, semuanya uang tunai. Saya melihatnya dan tidak percaya," ujarnya.

Trump kembali menegaskan bahwa tujuan utama dari kesepakatan terbaru dengan Iran bukanlah memberikan konsesi ekonomi, melainkan memastikan Teheran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir.

"Yang benar-benar penting bagi saya adalah Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir. Mereka tidak akan mengembangkannya, tidak akan membelinya, dan tidak akan melakukan apa pun terkait hal itu," tegasnya.

Ia juga membandingkan memorandum of understanding (MoU) yang disusunnya dengan kesepakatan nuklir era Obama atau Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) yang ditandatangani pada 2015.

Menurut Trump, JCPOA justru menjadi "peta jalan" yang membuka ruang bagi Iran untuk melanjutkan pengayaan uranium. Sebaliknya, ia menyebut MoU versinya merupakan "tembok penghalang" bagi ambisi nuklir Teheran.

"Kesepakatan saya adalah tembok terhadap senjata nuklir. Dia (Obama) membayar mahal untuk itu. Kami tidak membayar apa pun," kata Trump.

Trump juga berjanji akan membuka isi MoU tersebut kepada publik dalam waktu dekat. Bahkan, ia berencana menggelar konferensi pers khusus dan membacakan dokumen itu secara utuh agar tidak terjadi kesalahan pemberitaan.

"Saya tidak hanya akan merilisnya, saya mungkin akan mengadakan konferensi pers dan membacakannya kata demi kata kepada Anda," ujar Trump.

Baca Juga: Dijadikan 'Orang Pinggiran,' Nanik S Deyang Klaim Dadan Hindayana Tak Suka Dirinya Awasi Program MBG

Pernyataan itu sekaligus menjadi upaya Trump menepis berbagai spekulasi bahwa kesepakatan damai AS-Iran dicapai melalui pemberian dana atau insentif ekonomi kepada Teheran. Sebaliknya, Trump mengklaim keberhasilan diplomasi tersebut diraih tanpa mengeluarkan biaya dari kas pemerintah Amerika Serikat.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar