Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Berawal dari Sosmed, Ini Kronologi Terbongkarnya Rifaldy Fajar dan Manipulasi 51 Riset

Berawal dari Sosmed, Ini Kronologi Terbongkarnya Rifaldy Fajar dan Manipulasi 51 Riset Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kasus dugaan manipulasi riset yang menyeret Rifaldy Fajar mulai mencuat dalam gelaran konferensi International Society of Pneumonia and Pneumococcal Diseases (ISPPD) 2026 di Kopenhagen, Denmark, yang berlangsung pada 17-21 Mei 2026.

Dugaan tersebut pertama kali diungkap oleh peneliti asal Indonesia, Wa Ode Dwininrat, yang juga menghadiri konferensi tersebut. Melalui unggahan kolaborasi akun media sosial @mandharabrasika dan @w.o.d.d, ia mengungkap adanya sejumlah peserta asal Indonesia yang diduga melakukan pemalsuan secara terorganisasi di hadapan ribuan ilmuwan dari berbagai negara.

Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa salah satu pelaku diduga menggunakan identitas berbeda saat melakukan presentasi. Selain itu, riset yang dipresentasikan juga dicurigai tidak pernah benar-benar dilakukan karena diduga dibuat menggunakan kecerdasan buatan (AI) dan/atau fabrikasi data.

Kecurigaan semakin menguat setelah ditemukan sejumlah lokasi penelitian yang dinilai tidak masuk akal. Penelitian disebut dilakukan di berbagai wilayah dunia, mulai dari Peruvian Andes, Ethiopia, Guatemala, Lebanon, Jordan, Bangladesh, Sudan Selatan, Filipina, Kenya, Nepal, Malawi hingga India bagian utara. Namun, seluruh peneliti yang terlibat justru berasal dari Indonesia tanpa adanya afiliasi peneliti lokal dari negara-negara tersebut.

Temuan lain yang memperkuat dugaan manipulasi adalah penggunaan afiliasi yang tidak dapat diverifikasi. Salah satu institusi yang dicantumkan, Al-BioMedicine Research Group, IMCDS-BioMed Research Foundation, Jakarta, Indonesia, tidak ditemukan keberadaannya.

Menurut Wa Ode, praktik tersebut diduga dilakukan untuk memperoleh dana bantuan perjalanan atau travel grant sehingga para pelaku dapat menghadiri konferensi internasional dengan biaya yang ditanggung penyelenggara.

Setelah kasus itu mencuat, dampaknya disebut tidak hanya dirasakan oleh individu yang terlibat, tetapi juga berpotensi memengaruhi reputasi peneliti Indonesia secara keseluruhan. Kredibilitas peneliti Indonesia dipertanyakan dan muncul kekhawatiran bahwa peneliti asal Indonesia akan semakin sulit memperoleh kepercayaan dalam forum ilmiah internasional, bahkan berisiko masuk daftar hitam.

Perkembangan kasus kemudian mengarah kepada Rifaldy Fajar yang diketahui menjadi pemimpin tim peneliti dalam konferensi tersebut. Belakangan terungkap bahwa terdapat penggunaan afiliasi sejumlah institusi tanpa izin, termasuk Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UMB).

Menanggapi hal itu, Rifaldy memberikan klarifikasi di UMB pada Rabu (3/6/2026). Ia mengakui terdapat 51 abstrak yang menggunakan nama ibunya, Elfiany Syafruddin, dengan afiliasi UMB. Rifaldy juga menyampaikan permohonan maaf atas tindakannya.

Menurut pengakuannya, abstrak-abstrak tersebut digunakan sebagai syarat untuk mengikuti berbagai konferensi di sejumlah negara. Selain UMB, timnya juga diketahui mencantumkan afiliasi dari institusi lain tanpa persetujuan.

Baca Juga: Terseret Dugaan Riset Palsu, UMB Somasi hingga Ancam Laporkan Alumni ke Polisi!

UMB kemudian meminta seluruh publikasi yang mencatut nama kampus tersebut segera dicabut. Rifaldy menyatakan kesediaannya untuk melakukan upaya maksimal guna memperbaiki keadaan dan memenuhi permintaan tersebut. Namun, ia menjelaskan bahwa proses penarikan publikasi bergantung pada kebijakan masing-masing penyelenggara konferensi, penerbit, maupun pihak ketiga yang terkait.

Seiring berjalannya penyelidikan dan perhatian publik terhadap kasus tersebut, polemik yang awalnya berfokus pada dugaan manipulasi riset kemudian berkembang lebih luas, termasuk menyeret nama ibu dan adik Rifaldy.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait: