- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
Pembiayaan Baru Naik 9,3%, BFI Finance (BFIN) Raih Laba Rp1,58 Triliun di 2025
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) mencatatkan kinerja yang tetap solid sepanjang tahun 2025 di tengah dinamika industri pembiayaan. Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp1,58 triliun, meningkat sekitar 1% dibandingkan tahun sebelumnya.
Kinerja tersebut turut ditopang oleh pertumbuhan pembiayaan baru yang mencapai Rp21,9 triliun atau naik 9,3% dibandingkan capaian pada tahun sebelumnya. Sejalan dengan itu, pendapatan perseroan juga meningkat menjadi Rp6,7 triliun, tumbuh 6,5% dibandingkan periode sebelumnya.
Presiden Direktur BFI Finance Sutadi mengatakan bahwa sepanjang 2025 industri pembiayaan menghadapi tantangan yang cukup dinamis. Hal ini dipengaruhi oleh perubahan perilaku daya beli dan konsumsi masyarakat, serta meningkatnya sensitivitas terhadap risiko di berbagai segmen pembiayaan.
Kondisi tersebut mencerminkan situasi ekonomi yang dihadapi masyarakat serta keputusan finansial yang mereka ambil seiring perkembangan ekonomi makro dalam negeri.
Menyikapi situasi tersebut, BFI Finance melakukan sejumlah langkah pengelolaan bisnis yang berfokus pada penguatan kualitas portofolio serta ketahanan operasional, sekaligus melakukan penyesuaian strategi di berbagai lini produk.
Baca Juga: Jaga Stabilitas Harga, BFIN Bakal Buyback Saham Rp100 Miliar
“Kami dapat membuktikan resiliensi bisnis dengan permodalan yang solid, likuiditas yang memadai, serta profil risiko yang manageable. Tentunya ini semua berkat kemampuan dalam menerapkan prinsip agility yang diiringi dengan kerja keras seluruh tim, semangat berkolaborasi yang strategis, serta kepercayaan dari konsumen, investor, dan berbagai pemangku kepentingan terkait,” ujar Sutadi.
Melalui berbagai strategi tersebut, perseroan juga mampu menjaga pertumbuhan total aset. Sepanjang 2025, total aset BFI Finance tercatat sebesar Rp25,5 triliun, meningkat 1,4% dibandingkan tahun 2024. Peningkatan ini didorong oleh kenaikan piutang dikelola (managed receivables) yang tumbuh 8,9% secara tahunan menjadi Rp26,3 triliun.
Dalam menyalurkan pembiayaan, BFI Finance terus mendukung berbagai aktivitas ekonomi masyarakat melalui beragam layanan pembiayaan, mulai dari kebutuhan individu, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), hingga kebutuhan bisnis skala besar.
Hingga Desember 2025, komposisi piutang dikelola masih didominasi pembiayaan produktif. Modal kerja tercatat memiliki porsi sebesar 57,3% dan investasi sebesar 17,6%. Sementara itu, pembiayaan untuk tujuan multiguna memiliki porsi 22,0% dan pembiayaan berbasis syariah sebesar 3,1%.
Baca Juga: Industri Pembiayaan Dikepung Tantangan, Penagihan Jadi Kunci Jaga Kualitas Kredit
Di sisi manajemen risiko, perusahaan juga berhasil menjaga kualitas pembiayaan dengan baik. Per 31 Desember 2025, tingkat Non-Performing Financing (NPF) tercatat pada level bruto 1,39% dan neto 0,22%.
Angka ini lebih rendah dibandingkan rata-rata industri pembiayaan yang berada pada level bruto 2,51% dan neto 0,77% berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Desember 2025.
“Melalui pengelolaan manajemen risiko yang cermat untuk menjaga kualitas aset, BFI Finance mampu mempertahankan stabilitas kinerja sekaligus mempertahankan posisi keuangan yang solid sebagai fondasi untuk pertumbuhan di masa depan,” tambah Sutadi.
Selain itu, sejumlah rasio keuangan penting juga tetap terjaga. Return on Asset (ROA) tercatat sebesar 7,9%, sementara Return on Equity (ROE) berada di level 14,8%. Adapun gearing ratio tercatat sebesar 1,3 kali.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: