- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
Isu Merger Bank Jago dan BFI Finance Merebak, Ini Penjelasan Manajemen
Kredit Foto: Freepik/Rawpixel.com
Kabar mengenai dugaan rencana penggabungan usaha (merger) antara PT Bank Jago Tbk (ARTO) dan PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) ramai diperbincangkan di pasar. Isu tersebut pun memicu perhatian investor yang menantikan kepastian terkait kemungkinan aksi korporasi tersebut.
Menanggapi kabar yang beredar, kedua perusahaan akhirnya menyampaikan klarifikasi melalui keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI).
Bank Jago menegaskan hingga saat ini tidak memiliki informasi yang dapat disampaikan kepada publik mengenai adanya rencana merger dengan BFI Finance. Perseroan juga menyatakan tidak mengetahui adanya pendekatan dari investor maupun institusi keuangan sebagaimana disebutkan dalam sejumlah pemberitaan.
Penjelasan itu disampaikan Bank Jago sebagai tanggapan atas permintaan klarifikasi dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui surat bernomor S-08220/BEI.PP3/07-2026 yang diterbitkan pada 10 Juli 2026.
Dalam surat jawaban tertanggal 13 Juli 2026, Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan Bank Jago, Tjit Siat Fun menyatakan tidak mengetahui adanya rencana penggabungan usaha dengan BFI Finance maupun kabar mengenai pendekatan dari investor asing atau lembaga keuangan tertentu yang sempat diberitakan sejumlah media.
"Perseroan tidak memiliki informasi yang dapat diungkapkan mengenai adanya rencana merger antara Bank Jago dengan BFI Finance Indonesia, maupun mengenai pendekatan dari investor asing atau institusi keuangan tertentu sebagaimana diberitakan," kata Tjit Siat Fun dikutip dalam keterbukaan informasi BEI, Selasa (14/7/2026).
Dia juga menjelaskan, setiap keputusan strategis yang berkaitan dengan kepemilikan saham merupakan kewenangan masing-masing pemegang saham. Maka dari itu, Bank Jago tidak berada pada posisi untuk memberikan komentar lebih lanjut mengenai isu yang berkaitan dengan pemegang saham.
Selain membantah kabar merger, Bank Jago memastikan tidak terdapat informasi atau peristiwa material lainnya yang dapat memengaruhi operasional perusahaan maupun pergerakan harga saham ARTO di Bursa Efek Indonesia.
Dengan klarifikasi tersebut, dia berharap dapat memberikan kepastian kepada investor sekaligus meluruskan informasi yang beredar di pasar mengenai rencana aksi korporasi perseroan.
Direktur BFI Finance, Sudjono mengatakan hingga saat ini perseroan belum menerima atau memiliki informasi terkait kabar penggabungan usaha yang beredar di media.
Sudjono menegaskan perusahaan tidak berada dalam posisi untuk memberikan penjelasan mengenai keputusan yang menjadi kewenangan para pemegang saham.
Baca Juga: Bank Jago Luncurkan Inspirasi Kantong, Fitur Baru Atur Uang Sesuai Tujuan
Baca Juga: Danantara Resmi Lakukan Merger 7 BUMN Logistik
"Dalam hal ini, BFI Finance belum memiliki informasi mengenai isu merger sebagaimana diberitakan. Perseroan juga tidak dapat memberikan tanggapan terkait aktivitas maupun keputusan yang menjadi kewenangan para pemegang saham," ujar Sudjono.
Sudjono menambahkan, sebagai perusahaan terbuka, BFI Finance berkomitmen menjalankan prinsip keterbukaan informasi sesuai ketentuan pasar modal. Maka dari itu, setiap informasi atau aksi korporasi yang bersifat material akan disampaikan kepada publik sesuai dengan regulasi yang berlaku.
"Hingga surat klarifikasi tersebut diterbitkan, tidak terdapat informasi maupun peristiwa material yang dapat memengaruhi kegiatan usaha perseroan ataupun berdampak terhadap pergerakan harga saham BFI Finance di BEI," tutup Sudjono.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dwi Aditya Putra