Kredit Foto: Vale Indonesia
PT Vale Indonesia Tbk (INCO) berencana mengajukan revisi rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) kepada Kementerian ESDM, guna menyesuaikan kebutuhan produksi dengan pengembangan proyek hilirisasi yang tengah dijalankan perusahaan.
Direktur sekaligus Chief Sustainability and Corporate Affairs Officer PT Vale Indonesia Budiawansyah mengatakan, perusahaan tengah menyiapkan adendum RKAB, seiring evaluasi alokasi produksi yang dilakukan pemerintah secara berkala.
“Terkait adendum atau revisi RKAB itu, insyaallah akan kita lakukan,” kata Budiawansyah dalam acara buka puasa bersama media di Jakarta, dikutip pada Senin (9/3/2026).
Menurut dia, alokasi produksi saat ini sekitar 30%, dinilai belum cukup untuk menopang operasional perusahaan selama satu tahun, terutama untuk memenuhi komitmen kepada pemangku kepentingan, serta mendukung proyek hilirisasi yang tengah dikembangkan.
Meski demikian, ia memastikan produksi nickel matte dari fasilitas pengolahan di Sorowako tidak terdampak oleh kebijakan tersebut, karena RKAB untuk operasi tersebut telah disetujui 100%.
"Rencana produksi nikel matte tidak berpengaruh karena RKAB Sorowako disetujui penuh,” ungkapnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus
Tag Terkait: