Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga Hari Raya Idulfitri, meskipun harga minyak mentah dunia telah menembus level US$100 per barel.
Bahlil menegaskan, pemerintah telah mempertimbangkan berbagai langkah untuk menjaga stabilitas energi nasional, di tengah tekanan harga minyak global akibat eskalasi konflik geopolitik.
“Saya pastikan agar masyarakat tidak usah merasa gimana-gimana menyangkut dengan harga, karena sampai dengan hari raya ini insyaallah tidak ada kenaikan harga BBM untuk subsidi,” ujar Bahlil.
Ia menjelaskan, kenaikan harga minyak dunia saat ini dipicu oleh dinamika geopolitik global, terutama konflik antara Iran, Israel, dan keterlibatan Amerika Serikat yang mendorong volatilitas pasar energi internasional.
Meski demikian, Bahlil memastikan kondisi pasokan energi nasional tetap aman.
Pemerintah dan PT Pertamina (Persero) disebut telah memastikan ketersediaan stok BBM, khususnya untuk menghadapi periode Ramadan dan Idulfitri yang biasanya diiringi lonjakan konsumsi energi.
“Problem kita sekarang bukan di stok, stok tidak ada masalah, sudah ada semuanya."
"Untuk puasa dan hari raya Idulfitri semuanya terjamin, tidak ada masalah,” ujarnya.
Menurut Bahlil, pemerintah saat ini tengah melakukan evaluasi menyeluruh atau exercise kebijakan untuk merespons lonjakan harga minyak dunia.
Langkah tersebut mencakup upaya efisiensi energi sekaligus menjaga stabilitas fiskal negara.
Pemerintah juga menyiapkan strategi untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil, melalui percepatan program pencampuran bahan bakar nabati.
“Kalau harga minyak fosil bisa melampaui 100 dolar per barel, maka akan lebih murah jika kita melakukan blending,” tuturnya.
Salah satu langkah yang tengah dipertimbangkan adalah percepatan implementasi biodiesel dari B40 menjadi B50 untuk sektor diesel, serta pengembangan bahan bakar berbasis bioetanol melalui program E20 untuk bensin.
Di sisi lain, Bahlil meminta masyarakat tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan atau panic buying.
Menurutnya, pasokan energi nasional dalam kondisi aman, dan pemerintah terus memantau dinamika global untuk memastikan ketahanan energi tetap terjaga.
“Sebenarnya tidak perlu ada panic buying."
Baca Juga: Purbaya Ungkap Opsi Kenaikan BBM Subsidi Jika Harga Minyak Melonjak Tajam
"Makanya media juga tolong luruskan omongan saya,” ujarnya.
Pemerintah, lanjutnya, akan terus mencari alternatif terbaik dalam menjaga pasokan energi nasional, sekaligus memitigasi dampak gejolak harga energi global terhadap perekonomian domestik. (*)
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus