Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Senator Kanada Nilai Pengaruh Indonesia di Panggung Global Kian Menguat di Era Prabowo

Senator Kanada Nilai Pengaruh Indonesia di Panggung Global Kian Menguat di Era Prabowo Kredit Foto: BPMI Setpres/Cahyo
Warta Ekonomi, Jakarta -

Senator Kanada dari British Columbia, Yuen Pau Woo, menilai peran Indonesia dalam percaturan internasional akan semakin penting di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam pembahasan Undang-Undang implementasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Kanada (ICA-CEPA) di Gedung Senat Kanada, Ottawa.

Menurut Pau Woo, Indonesia telah lama memiliki posisi strategis dalam sejarah kawasan dan dunia, bahkan sejak era Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit yang pernah menjadi kekuatan utama di Asia Tenggara.

“Indonesia adalah negara terbesar keempat di dunia berdasarkan populasi dan negara mayoritas Muslim terbesar. Sejak kemerdekaan pada tahun 1945, Indonesia telah menjadi negara berpengaruh dalam urusan internasional. Di bawah Presiden Prabowo Subianto, tampaknya negara ini siap memainkan peran yang lebih penting lagi di tahun-tahun mendatang,” ujar Pau Woo.

Ia menambahkan, posisi Indonesia semakin kuat setelah resmi menjadi anggota penuh BRICS pada 2025 dan tetap menjadi satu-satunya anggota tetap G20 dari kawasan Asia Tenggara.

Dalam pandangannya, Indonesia juga memainkan peran aktif dalam mendorong reformasi tata kelola global, termasuk di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), Dana Moneter Internasional (IMF), serta Bank Dunia.

“Indonesia harus dipandang sebagai mitra penting dalam reformasi dan pembaruan sistem multilateral,” katanya.

Pau Woo juga menyoroti peran Indonesia di WTO sebagai pemimpin Kelompok 33 yang fokus pada perlindungan produsen pertanian skala kecil di negara berkembang, serta dorongan terhadap reformasi Dewan Keamanan PBB.

Di tingkat regional, ia menyebut Indonesia sebagai pemimpin tidak resmi ASEAN, mengingat posisinya sebagai salah satu negara pendiri dan lokasi Sekretariat ASEAN yang berada di Jakarta.
“Meskipun ASEAN beroperasi berdasarkan konsensus, Indonesia dipandang oleh banyak pihak sebagai pemimpin tidak resmi perhimpunan ini,” ujarnya.

Baca Juga: Belajar dari Kanada, Kemenkop Siapkan Lompatan Koperasi Merah Putih

Bagi Kanada, menurut Pau Woo, Indonesia bukan hanya pasar potensial, tetapi juga pintu masuk menuju salah satu kawasan paling strategis pada abad ke-21.

Ia menilai perjanjian ICA-CEPA bukan semata kesepakatan perdagangan, melainkan juga langkah strategis untuk memperkuat hubungan bilateral dan membangun kepercayaan antara kedua negara.

“Indonesia dan negara-negara ASEAN lainnya sering disebut sebagai negara penentu dalam tatanan internasional, dan sudah sepatutnya kita mencari peluang untuk bersekutu dengan negara-negara tersebut,” tutupnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Istihanah
Editor: Istihanah