Teknologi Baru dari MediaTek dan Starlink, Ponsel Bisa Terima Peringatan Darurat Via Satelit
Kredit Foto: Istimewa
MediaTek memperkenalkan kolaborasinya dengan Starlink, untuk menghadirkan layanan komunikasi satelit langsung ke perangkat seluler.
Teknologi ini memungkinkan pengguna ponsel tetap menerima peringatan darurat, meski berada di wilayah tanpa jangkauan jaringan seluler.
Kolaborasi tersebut dipamerkan dalam ajang Mobile World Congress 2026 yang berlangsung pada 2–5 Maret di Barcelona, Spanyol.
Dalam demonstrasinya, MediaTek menampilkan layanan Starlink Mobile pada perangkat yang menggunakan modem MediaTek M90, yang diklaim sebagai modem 5G pertama di dunia dengan dukungan konektivitas satelit bawaan.
Teknologi ini memungkinkan lebih banyak pengguna layanan seluler di berbagai negara menerima notifikasi kebencanaan dari berbagai sistem peringatan darurat.
Beberapa di antaranya meliputi Commercial Mobile Alert System (CMAS), Wireless Emergency Alerts (WEA), serta Earthquake and Tsunami Warning System (ETWS).
Corporate Senior Vice President sekaligus General Manager Wireless Communication Business Unit MediaTek JC Hsu mengatakan, solusi ini dirancang untuk mengatasi keterbatasan jangkauan jaringan seluler yang kerap terjadi saat bencana alam maupun kondisi darurat lainnya.
Menurutnya, pengembangan teknologi tersebut juga menjadi langkah penting menuju penerapan komersial teknologi NR-NTN (New Radio–Non-Terrestrial Network) yang telah distandarisasi.
Dalam implementasinya, fitur Direct to Cell memanfaatkan konektivitas S-Band dari satelit, untuk memastikan perangkat seluler tetap dapat menerima informasi darurat secara tepat waktu, bahkan di wilayah yang tidak memiliki sinyal seluler.
“Kami menggabungkan keandalan kami di bidang teknologi satelit dengan jaringan satelit milik Starlink, untuk memastikan lebih banyak orang memiliki akses ke peringatan darurat demi keselamatan jiwa dalam situasi kritis,” ujar JC Hsu dalam keterangan pers.
Kolaborasi antara MediaTek dan Starlink saat ini telah diterapkan pada layanan Wireless Emergency Alerts di Amerika Serikat, Kanada, dan Jepang.
Baca Juga: Pemerintah Tambah 280 Unit Starlink untuk Pulihkan Komunikasi di Aceh
Selama situasi darurat, lebih dari 4,4 juta pengguna tercatat telah terhubung ke layanan Starlink Mobile.
JC Hsu mengatakan integrasi teknologi satelit MediaTek dengan jaringan satelit Starlink, diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap sistem peringatan darurat. (*)
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Yaspen Martinus